Jangan Asal Tabrak Saham BUMN Karya, Cermati Dulu Faktor-faktor Ini
JAKARTA, Investor.id - Saham BUMN karya memang lagi berkibar, setelah kabar penyelamatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya (WIKA) keluar. Sejalan dengan itu, analis memberikan rekomendasi saham BUMN karya agar bisa untung maksimal dan tidak menjadi korban profit taking.
Pada prinsipnya, pemodal diminta tetap waspada dengan lebih mencermati perolehan kontrak baru dan realisasi arus kas sebelum masuk saham BUMN karya. Soalnya, pergerakan saham emiten-emiten ini kini lebih banyak digerakkan oleh berita, bukan persoalan fundamental.
Equity Research Division Head BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menilai, terapresiasinya saham-saham BUMN karya tidak lepas dari krusialnya proyek infrastruktur bagi pemerintah. Karena itu, pemerintah berupaya melakukan penyelamatan dengan memperbaiki debt equity ratio (DER) BUMN karya yang tinggi.
“Ini tentunya yang menjadi alasan saham-saham BUMN karya rebound,” jelas Helmy kepada Investor Daily, belum lama ini.
Meski begitu, Helmy melanjutkan, para pelaku pasar tetap perlu mengamati perkembangan arus kas (cash flow) BUMN karya ke depan. Selain itu, pertumbuhan kontrak menjadi indikator penting yang dinantikan pasar. Sebab, menjelang pemilu, belanja pemerintah diperkirakan difokuskan ke sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pada belanja infrastruktur.
Berdasarkan data RTI, saham BUMN karya melejit, begitu kabar penyelamatan dari pemerintah mencuat. Saham PT Wijaya Karya (WIKA) naik 27% ke level Rp 500 dalam sepekan, sehingga market cap naik menjadi Rp 4,4 triliun.
Sementara itu, saham PT PP Tbk (PTPP) melesat 12,5% Rp 585, sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melejit 20,6% ke Rp 420. Adapun saham WSKT masih disuspensi Bursa Efek Indonesia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






