Jumat, 15 Mei 2026

BSI (BRIS) Sang Penguasa Pangsa Pasar, Potensi Cuan Sahamnya Besar

Penulis : Ely Rahmawati
13 Jun 2023 | 13:32 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS). (Foto: Antara)
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menjadi tulang punggung ekonomi syariah dengan memegang pangsa pasar aset syariah 56,59%. Terdepan dalam bisnis ini, BSI diproyeksikan menjadi pemain utama terkait ekspor barang halal pada 2024.

Trimegah Sekuritas mengungkapkan, BSI menjadi tolok ukur dalam ekonomi syariah mengingat kepemilikan pemerintah melalui Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI) dan BRI (BBRI). Dengan dukungan regulasi pemerintah, pembiayaan bank syariah diperkirakan tumbuh pada kisaran 14-16% atau 4% lebih tinggi dibandingkan prospek pertumbuhan kredit Indonesia sebesar 12% pada 2023.

“Fundamental bank yang kuat akan memberikan landasan untuk pertumbuhan ke depan, karena pendanaan murah dapat diraih perseroan dengan cost of fund (CoF) turun sebesar 178 bps setelah merger. Hal ini didukung oleh CASA yang tinggi di kisaran 61,6% dibandingkan rata-rata syariah lainnya sebesar 40,2%,” tulis analis Trimegah Sekuritas Amyra Ibrahim dan Adi Prabowo dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Akad syariah yang diterapkan untuk dana simpanan juga mendukung CoF yang baik dibanding bank umum lainnya, yang memungkinkan BSI memperoleh CoF sebanding dengan bank KBMI 4 sekitar 2,51–3,23%. Ke depan, prinsip non-riba harus terus membantu mempertahankan CoF BSI yang rendah.

Selain itu, kualitas aset terkelola dengan pembiayaan bermasalah (NPF) kotor BSI menurun 40 bps menjadi 1,55% dibanding periode 2020, bersama dengan penghapusan pinjaman lama sebesar 38,2% dari total dan menghasilkan aset yang baik.

“BSI menargetkan pembersihan pinjaman warisan dilakukan pada 2027 melalui penghapusan bertahap,” sebut Amyra dan Adi.

Emiten berkode saham BRIS tersebut juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumen yang cepat dengan menembus kelompok payroll BSI yakni sekitar 20,57% dari total pembiayaan. Saat ini, segmen konsumen menguasai 51,49% dari total pembiayaan, dengan NPF yang lebih rendah dibandingkan secara keseluruhan sebesar 1,42% dibanding segmen lainnya 2,4%.

“Pembiayaan melalui payroll (gaji) BSI memiliki NPF terendah di 0,54% pada 2022,” sebut kedua analis. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia