BSI (BRIS) Sang Penguasa Pangsa Pasar, Potensi Cuan Sahamnya Besar
JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menjadi tulang punggung ekonomi syariah dengan memegang pangsa pasar aset syariah 56,59%. Terdepan dalam bisnis ini, BSI diproyeksikan menjadi pemain utama terkait ekspor barang halal pada 2024.
Trimegah Sekuritas mengungkapkan, BSI menjadi tolok ukur dalam ekonomi syariah mengingat kepemilikan pemerintah melalui Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI) dan BRI (BBRI). Dengan dukungan regulasi pemerintah, pembiayaan bank syariah diperkirakan tumbuh pada kisaran 14-16% atau 4% lebih tinggi dibandingkan prospek pertumbuhan kredit Indonesia sebesar 12% pada 2023.
“Fundamental bank yang kuat akan memberikan landasan untuk pertumbuhan ke depan, karena pendanaan murah dapat diraih perseroan dengan cost of fund (CoF) turun sebesar 178 bps setelah merger. Hal ini didukung oleh CASA yang tinggi di kisaran 61,6% dibandingkan rata-rata syariah lainnya sebesar 40,2%,” tulis analis Trimegah Sekuritas Amyra Ibrahim dan Adi Prabowo dalam risetnya.
Akad syariah yang diterapkan untuk dana simpanan juga mendukung CoF yang baik dibanding bank umum lainnya, yang memungkinkan BSI memperoleh CoF sebanding dengan bank KBMI 4 sekitar 2,51–3,23%. Ke depan, prinsip non-riba harus terus membantu mempertahankan CoF BSI yang rendah.
Baca Juga:
Ini Fokus Hibank Besutan BNISelain itu, kualitas aset terkelola dengan pembiayaan bermasalah (NPF) kotor BSI menurun 40 bps menjadi 1,55% dibanding periode 2020, bersama dengan penghapusan pinjaman lama sebesar 38,2% dari total dan menghasilkan aset yang baik.
“BSI menargetkan pembersihan pinjaman warisan dilakukan pada 2027 melalui penghapusan bertahap,” sebut Amyra dan Adi.
Emiten berkode saham BRIS tersebut juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumen yang cepat dengan menembus kelompok payroll BSI yakni sekitar 20,57% dari total pembiayaan. Saat ini, segmen konsumen menguasai 51,49% dari total pembiayaan, dengan NPF yang lebih rendah dibandingkan secara keseluruhan sebesar 1,42% dibanding segmen lainnya 2,4%.
“Pembiayaan melalui payroll (gaji) BSI memiliki NPF terendah di 0,54% pada 2022,” sebut kedua analis.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






