Jumat, 15 Mei 2026

Fimperkasa Utama (FIMP) Incar Kenaikan Laba Bersih 35%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
17 Jun 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Fimperkasa Utama
Fimperkasa Utama

JAKARTA, investor.id - PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) mengincar kenaikan laba bersih hingga 35% pada 2023. Target itu nantinya akan ditopang oleh beberapa proyek baru.

Direktur Utama Fimperkasa Utama (FIMP) Mohamad Mulky Thalib mengatakan, target pertumbuhan laba ini diharapkan dapat dicapai dengan adanya proyek baru yang sedang digarap dan memberikan kontribusi kepada bottom line berkisar di 10-15%. Disisi lain, target juga didukung oleh tren pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang bisa memacu kinerja industri konstruksi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Mulky menambahkan, saat ini perseroan tengah menggarap pembangunan Rumah Sakit Orthopedia di Jakarta Timur, dengan nilai proyek sebesar Rp 35 miliar dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan. Selain itu, perseroan juga tengah dalam penjajakan beberapa proyek lainya.

ADVERTISEMENT

"Kami melihat bahwa pemulihan ekonomi dapat menjadi potensi tinggi, terutama bagi segmen paling gemuk, yakni residensial. Menurut lembaga riset konstruksi, PT BCI Central Indonesia, kinerja industri diperkirakan mengalami pertumbuhan 5-6% di tahun ini," jelas Mulky di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Mulky, pertumbuhan sektor infrastruktur mencapai Rp159 triliun, residensial sebesar Rp54 triliun dan industrial sebesar Rp44,9 triliun. Pada 2023, total pasar konstruksi Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp332,95 triliun, yang sebesar 47,29 % merupakan sektor sipil dan sebesar 52,71% sektor bangunan.

"Proyek perseroan akan berupa pembangunan Rumah Sakit Orthopedi di Jakarta Timur, dengan nilai proyek sebesar Rp 35 miliar dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan," ujar Mulky.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Fimperkasa Utama (FIMP) Cholid Wuryanto memaparkan, sepanjang tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 546,4 juta, padahal pada tahun sebelumnya emiten yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2021 tersebut masih mencatatkan rugi bersih Rp 934,71 juta.

“Keberhasilan perseroan dalam membalikkan kinerja keuangan menjadi positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan Tahun Buku 2022 yang sebesar 7,55% (year on year/yoy) menjadi Rp 6,55 miliar,” paparnya.

Bahkan di sepanjang tahun lalu, Cholid menyebut, FIMP tercatat berhasil mengelola jumlah beban yang pada akhirnya mampu memperbaiki income statement Tahun Buku 2022. Perlu diketahui, beban langsung yang dikeluarkan Perseroan di 2022 bisa ditekan hingga 15,21% yoy menjadi Rp5,13 miliar. Laba bruto FIMP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 meroket hingga 3.207,11 % menjadi Rp1,41 miliar dari Rp42,75 juta pada Tahun Buku 2021.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia