Fimperkasa Utama (FIMP) Incar Kenaikan Laba Bersih 35%
JAKARTA, investor.id - PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) mengincar kenaikan laba bersih hingga 35% pada 2023. Target itu nantinya akan ditopang oleh beberapa proyek baru.
Direktur Utama Fimperkasa Utama (FIMP) Mohamad Mulky Thalib mengatakan, target pertumbuhan laba ini diharapkan dapat dicapai dengan adanya proyek baru yang sedang digarap dan memberikan kontribusi kepada bottom line berkisar di 10-15%. Disisi lain, target juga didukung oleh tren pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang bisa memacu kinerja industri konstruksi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
Mulky menambahkan, saat ini perseroan tengah menggarap pembangunan Rumah Sakit Orthopedia di Jakarta Timur, dengan nilai proyek sebesar Rp 35 miliar dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan. Selain itu, perseroan juga tengah dalam penjajakan beberapa proyek lainya.
"Kami melihat bahwa pemulihan ekonomi dapat menjadi potensi tinggi, terutama bagi segmen paling gemuk, yakni residensial. Menurut lembaga riset konstruksi, PT BCI Central Indonesia, kinerja industri diperkirakan mengalami pertumbuhan 5-6% di tahun ini," jelas Mulky di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Mulky, pertumbuhan sektor infrastruktur mencapai Rp159 triliun, residensial sebesar Rp54 triliun dan industrial sebesar Rp44,9 triliun. Pada 2023, total pasar konstruksi Indonesia diperkirakan bisa mencapai Rp332,95 triliun, yang sebesar 47,29 % merupakan sektor sipil dan sebesar 52,71% sektor bangunan.
"Proyek perseroan akan berupa pembangunan Rumah Sakit Orthopedi di Jakarta Timur, dengan nilai proyek sebesar Rp 35 miliar dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan," ujar Mulky.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Fimperkasa Utama (FIMP) Cholid Wuryanto memaparkan, sepanjang tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 546,4 juta, padahal pada tahun sebelumnya emiten yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2021 tersebut masih mencatatkan rugi bersih Rp 934,71 juta.
“Keberhasilan perseroan dalam membalikkan kinerja keuangan menjadi positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan Tahun Buku 2022 yang sebesar 7,55% (year on year/yoy) menjadi Rp 6,55 miliar,” paparnya.
Bahkan di sepanjang tahun lalu, Cholid menyebut, FIMP tercatat berhasil mengelola jumlah beban yang pada akhirnya mampu memperbaiki income statement Tahun Buku 2022. Perlu diketahui, beban langsung yang dikeluarkan Perseroan di 2022 bisa ditekan hingga 15,21% yoy menjadi Rp5,13 miliar. Laba bruto FIMP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 meroket hingga 3.207,11 % menjadi Rp1,41 miliar dari Rp42,75 juta pada Tahun Buku 2021.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

