Kencana Energy Lestari (KEEN) Targetkan Kenaikan Pendapatan 11%
JAKARTA, investor.id - PT Kencana Energy Lestari Tbk (KEEN) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 11% menjadi US$ 46,3 juta pada akhir 2023. Target tersebut akan ditopang oleh proyek baru dan permintaan listrik yang terus bertumbuh,
Direktur Utama Kencana Energi Lestari (KEEN) Wilson Maknawi menyampaikan, kebutuhan energi di Indonesia masih sangat besar, sejalan dengan pengembangan dan inovasi alternatif sumber energi baru terbarukan (EBT) terus didengungkan, mengingat Indonesia memiliki banyak sekali potensi EBT yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Sejalan dengan target bauran EBT pada tahun 2025 yang sebesar 23%, lanjut dia, KEEN juga perlu mengembangkan usaha karena saat ini bauran EBT yang dimanfaatkan baru sekitar 14%. "Di dalam pipeline, kami menargetkan dapat mengembangkan aset EBT hingga 500 MW," jelas dia dalam paparan publik, Jumat (16/6/2023).
Wilson menyebut, proyek dalam pipeline jangka panjang di sektor energi hydro ialah PLTA Sumatera Utara 35 MW, PLTA Sulawesi 1 75 MW, PLTA Sulawesi 2 90 MW, dan PLTA Gorontalo 22 MW. Pada sektor energi angin, KEEN menargetkan pembangunan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 62,5 MW dan 100 MW. KEEN juga berencana mengembangkan Solar PV 60 MW dan pembangkit listrik Hybrid 5 MW.
Selain PLTA, Wilson mengatakan, KEEN masuk ke sektor mini hydro, dan akan mengoperasikan PLTM Sumatera 2 4 MW, PLTM Sulawesi 3 6 MW, PLTM Sulawesi 4 10 MW, dan PLTM Nasal 10 MW. Perusahan pun menargetkan bisnis kelistrikan dari Biomassa 10 MW dan Biogas 10 MW.
“Kami optimistis akan mendapatkan proyek baru dan kelangsungan usaha KEEN sangat terjaga. Apalagi, potensi pengembangan EBT di Indonesia mencapai sekitar 3.700 GWh. Namun, baru dimanfaatkan sekitar 0,3%," ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KEEN menyetujui pembagian dividen final sebesar US$1,6 juta atau setara dengan rasio pembagian dividen 11,05% dari laba bersih 2022 sebesar US$14,48 juta, sehingga dividen per saham yakni Rp 6,50 per saham.
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar US$ 671,3 ribu akan diperuntukkan sebagai dana cadangan dan US$12,2 juta akan digunakan untuk operasional perusahaan. Sebelumnya,
Sementara itu, hingga kuartal I-2023, perseroan meraih laba bersih US$5,67 juta atau setara dengan Rp85,44 miliar (asumsi kurs per Maret 2023 Rp 15.062,00/US$), melonjak 7,66% dari kuartal I-2022 senilai US$5,27 juta.
Kenaikan laba bersih ini seiring dengan pendapatan KEEN yang naik 36,28% menjadi US$13,17 juta atau setara Rp198,33 miliar pada kuartal I-2023, dari kuartal I-2022 sebesar US$9,66 juta.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






