Jumat, 15 Mei 2026

Pejabat The Fed Hawkish, Emas Naik Tipis

Penulis : Indah Handayani
17 Jun 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Pramuniaga menunjukkan emas untuk investasi atau batangan Antam di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc)
Pramuniaga menunjukkan emas untuk investasi atau batangan Antam di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc)

CHICAGO, investor.id - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (16/6/2023). Memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Sebab, investor mencerna prospek Federal Reserve yang hawkish tentang suku bunga, mengimbangi dukungan dari penurunan dolar secara keseluruhan minggu ini.

Dikutip dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis US$ 0,50 (0,03%) menjadi ditutup pada US$ 1.971,20 per ons, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.980,40 dan terendah di US$ 1.965,40 dolar AS.

Emas berjangka terdongkrak US$ 1,80 (0,09%) menjadi US$ 1.970,70 pada Kamis (15/6/2023). Setelah terangkat US$ 10,30 (0,53%) menjadi US$ 1.968,90 pada Rabu (14/6/2023), dan merosot US$ 11,10 (0,56%) menjadi US$ 1.958,60 pada Selasa (13/6/2023). Emas turun 0,3 % untuk minggu ini.

ADVERTISEMENT

Analis senior di OANDA Edward Moya menjelaskan, hal ini sulit untuk emas karena memiliki saham-saham yang terus meningkat dan Fed berbicara lebih hawkish. "Tampaknya pasar yakin bahwa Fed hampir selesai dengan pengetatan karena semua orang masuk ke saham yang meredam permintaan untuk tempat berlindung yang aman,” ungkapnya.

Pejabat bank sentral AS mengeluarkan nada hawkish dalam komentar pertama mereka sejak pertemuan mereka minggu ini. Karena laporan Fed mengatakan inflasi di bagian utama industri jasa ‘tetap tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran’.

Berbicara pada sebuah konferensi Jumat (16/6/2023) di Oslo, Norwegia, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa tekanan keuangan pada faktor perbankan merupakan faktor yang akan diawasi oleh Fed dalam menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat ke depan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia