Jumat, 15 Mei 2026

Pemulihan Pangsa Pasar Domestik Garuda (GIAA) Hampir 100%

Penulis : Tri Murti / Amrozi Amenan
19 Jun 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Pangsa pasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menunjukan peluang percepatan pemulihan yang semakin progresif, khususnya pangsa pasar domestik yang hampir mendekati 100% dibandingkan periode awal pandemi Covid-19. Pada kuartal III-2023, jumlah penumpang Garuda diperkirakan naik hingga 36,45% dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Dapat kami sampaikan bahwa minat masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, selaras dengan momentum pertumbuhan industri pariwisata nasional yang terus menujukkan geliat positif sejak tahun lalu,” kata Irfan Setiaputra kepada Investor Daily pekan lalu.

Selain itu, Garuda mengestimasikan angkutan penumpang sampai dengan kuartal III-2023 akan melampaui capaian angkutan penumpang sepanjang tahun 2022 yang tercatat sebanyak 5,5 juta. Capaian ini diperkirakan bakal tumbuh 61,6% dibandingkan jumlah penumpang pada 2021.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, dengan jumlah armada yang terus bergerak dinamis sejak pandemi, outlook positif Garuda turut direpresentasikan oleh capaian seat load factor (SLF) Garuda, yang pada tahun 2022 tercatat sebesar 69,29%, atau telah mencapai 94,4% dibandingkan capaian SLF sebelum pandemi (2019) yang tercatat sebesar 74,01%.

Secara grup, Garuda Indonesia dan Citilink berhasil mencatatkan SLF sebesar 72,94% pada tahun 2022, meningkat signifikan dari SLF pada tahun 2021 yang hanya sebesar 43,42%. Dengan capaian tersebut, SLF Garuda Indonesia Group sepanjang tahun 2022 telah mencapai level 98,2% dari SLF tahun 2019 yang tercatat sebesar 74,28%.

“Hal ini yang kami optimistis dapat tercapai melalui refleksi capaian kinerja isian penumpang di 2023 yang semakin menjanjikan,” papar dia.

Terkait kendala terbesar yang dihadapi maskapai penerbangan di masa pemulihan saat ini, kata Irfan, tidak dapat dipungkiri keterbatasan alat produksi masih menjadi isu pelaku industri penerbangan global, termasuk kami di Garuda Indonesia. Namun demikian, selaras dengan gerak masif ekspansi, optimalisasi alat produksi diperkirakan secara bertahap menunjukan pergerakan yang semakin positif pada 2023 hingga 2024.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia