Lagi, Puradelta (DMAS) Akan Setor Dividen Rp 482 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 482 miliar atau setara Rp 10 per saham. Dividen emiten Grup Sinar Mas tersebut melesat 300% dibandingkan tahun buku 2021 yang senilai Rp 120,49 miliar.
Besaran dividen Puradelta telah disetujui pemegang saham dalam RUPST yang digelar pada Senin (19/6/2023). Sesuai rencana, dividen akan dibayar pada 14 Juli 2023.
Sebelumnya, Puradelta telah membagikan dividen interim Rp 723 miliar atau Rp 25 per saham pada November 2022. Dengan demikian, total dividen perseroan mencapai Rp 1,2 triliun.
Tahun lalu, pendapatan usaha emiten berkode saham DMAS ini sebesar Rp 1,93 triliun, tumbuh 34,1% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,44 triliun. Laba bersih mencapai Rp 1,22 triliun, melonjak 70,3% dari Rp 715 miliar.
Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha DMAS dengan kontribusi Rp 1,42 triliun atau 73,3%. Segmen komersial menyumbang Rp 452 miliar atau 23,4% dari pendapatan usaha perseroan. Adapun segmen hunian, rental, dan hotel, masing-masing menyumbang sebesar 2,2%, 0,5%, dan 0,5% dari pendapatan usaha.
“Sebagian besar pendapatan pada 2022 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada bisnis data center,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto.
Sementara itu, hingga kuartal I-2023, DMAS meraih prapenjualan atau marketing sales Rp 598 miliar atau setara 33,2% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1,8 triliun.
Baca Juga:
Kenapa Lo Kheng Hong Suka Saham ‘Jadul’?Capaian tersebut berasal dari segmen industri, hunian, dan komersial dengan penjualan lahan industri sebagai penyumbang terbesar marketing sales perseroan. “Pada kuartal I-2023, perseroan menjual 11,8 hektare lahan industri,” ujar Tondy.
Marketing sales lahan industri DMAS melalui Kota Deltamas pada kuartal I tahun ini terutama berasal dari industri data center. Menurut Tondy, kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) masih menjadi tujuan investasi menarik bagi para pemain data center.
“Masih ada permintaan lahan industri sekitar 90 hektare, mayoritas masih datang dari sektor data center,” pungkas Tondy.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





