Jumat, 15 Mei 2026

Lagi, Puradelta (DMAS) Akan Setor Dividen Rp 482 Miliar

Penulis : Ghafur Fadillah
19 Jun 2023 | 20:49 WIB
BAGIKAN
Greenland International Industrial Center. (Foto: DMAS)
Greenland International Industrial Center. (Foto: DMAS)

JAKARTA, investor.id – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 482 miliar atau setara Rp 10 per saham. Dividen emiten Grup Sinar Mas tersebut melesat 300% dibandingkan tahun buku 2021 yang senilai Rp 120,49 miliar.

Besaran dividen Puradelta telah disetujui pemegang saham dalam RUPST yang digelar pada Senin (19/6/2023). Sesuai rencana, dividen akan dibayar pada 14 Juli 2023.

Sebelumnya, Puradelta telah membagikan dividen interim Rp 723 miliar atau Rp 25 per saham pada November 2022. Dengan demikian, total dividen perseroan mencapai Rp 1,2 triliun.

ADVERTISEMENT

Tahun lalu, pendapatan usaha emiten berkode saham DMAS ini sebesar Rp 1,93 triliun, tumbuh 34,1% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,44 triliun. Laba bersih mencapai Rp 1,22 triliun, melonjak 70,3% dari Rp 715 miliar.

Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha DMAS dengan kontribusi Rp 1,42 triliun atau 73,3%. Segmen komersial menyumbang Rp 452 miliar atau 23,4% dari pendapatan usaha perseroan. Adapun segmen hunian, rental, dan hotel, masing-masing menyumbang sebesar 2,2%, 0,5%, dan 0,5% dari pendapatan usaha.

“Sebagian besar pendapatan pada 2022 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada bisnis data center,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto.

Sementara itu, hingga kuartal I-2023, DMAS meraih prapenjualan atau marketing sales Rp 598 miliar atau setara 33,2% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Capaian tersebut berasal dari segmen industri, hunian, dan komersial dengan penjualan lahan industri sebagai penyumbang terbesar marketing sales perseroan. “Pada kuartal I-2023, perseroan menjual 11,8 hektare lahan industri,” ujar Tondy.

Marketing sales lahan industri DMAS melalui Kota Deltamas pada kuartal I tahun ini terutama berasal dari industri data center. Menurut Tondy, kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) masih menjadi tujuan investasi menarik bagi para pemain data center.

“Masih ada permintaan lahan industri sekitar 90 hektare, mayoritas masih datang dari sektor data center,” pungkas Tondy.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia