Jumat, 15 Mei 2026

Maybank Sebut GOTO di Jalur Tepat Menuju Profitabilitas, Begini Target Sahamnya

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Jun 2023 | 07:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, Investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dinilai memiliki outlook cerah dalam jangka panjang, yang didukung oleh berlanjutnya peningkatan take rate, penurunan biaya marketing, dan efisiensi operasional.

GOTO juga didukung oleh posisi paling optimal untuk menangkap peluang pasar pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. Selain itu, ekonomi digital Indonesia masih dalam tahap perkembangan.

Hal ini mendorong  Maybank Sekuritas Indonesia dalam risetnya merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 153. Target harga tersebut mempertimbangkan diskon sekitar 39% dari rata-rata EV/S di sektor teknologi yang mencapai 9,2 kali pada 2018-2022.

ADVERTISEMENT

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra menyebutkan, penurunan harga saham teknologi dalam beberapa bulan terakhir dipicu oleh kenaikan suku bunga perbankan dunia. Kenaikan tersebut mendorong investor mengalihkan investasinya ke perusahaan yang mencetak keuntungan.

“Karena itu, kami memperkirakan bahwa penurunan harga saham sektor teknologi ini bisa menjadi kesempatan melirik saham teknologi, apalagi dengan upaya GOTO untuk mencapai profitabilitas dengan berbagai strategi yang sedang dijalankan,” tulis Etta Rusdiana dalam risetnya.

Dia juga mengungkapkan, GOTO merupakan on demand service terintegrasi paling terkenal di Indonesia, yang didukung oleh layanan food delivery, online ride hailing, e-commerce, dan financial service. Hal ini memperkuat keyakinan GOTO akan menjadi perusahaan digital yang paling siap menangkap peluang pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.

“GOTO berada dalam posisi paling baik untuk menangkap peluang pasar sebanyak 55-60 juta penduduk kelas menengah Indonesia. Layanan perseroan disukai karena menawarkan hemat waktu dan paling nyaman,” sebutnya.

Rasionalisasi Sektor

Faktor lain yang menopang penguatan outlook bisnis GOTO adalah rasionalisasi tingkat kompetisi sektor digital Indonesia. Hampir seluruh perusahaan digital tengah mengejar profitabilitas dengan penguatan efisiensi. Di antaranya, menurunkan biaya marketing perseroan dari 2,3% terhadap GTV tahun 2022 menjadi 1,2% terhadap GTV pada 2024.

Selain faktor tersebut, menurut Etta Rusdiana, ekonomi digital Indonesia sedang memasuki masa konsolidasi dengan proyeksi hanya meninggalkan dua pemain utama GOTO dan Grab. “Kami juga meyakini bahwa ekonomi digital di Indonesia masih dalam tahap perkembangan, sehingga peluang bagi perseroan untuk bertumbuh terbuka ke depan,” jelas dia.

Hal ini mendorong Maybank Sekuritas Indonesia untuk menetapkan target rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) GOTO mencapai 77% untuk periode 2021-2024. Kenaikan didukung oleh rata-rata pertumbuhan tahunan GTV mencapai 16% hingga 2024. Proyeksi kenaikan pendapatan juga didukung oleh perkiraan peningkatan take rate dari 1,9% pada 2021 menjadi sekitar 3,5% pada 2024.

Dengan sejumlah langkah itu, EBITDA disesuaikan GOTO diharapkan menjadi positif tahun 2024.

Menurut  Etta Rusdiana, target harga saham GOTO yang sebesar Rp 153 juga telah mempertimbangkan perkiraan lompatan pendapatan GOTO menjadi Rp 17,36 triliun pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 11,34 triliun. EBITDA juga diperkirakan terus membaik dari  rugi tahun lalu Rp 27,47 triliun menjadi rugi EBITDA Rp 12,3 triliun tahun ini.

Tingkat Persaingan

Sementara itu, terkait tingkat persaingan bisnis e-commerce, Tokopedia setelah TikTok kian populer di Indonesia. Menurut Etta Rusdiana, tidak akan menjadi ancaman besar bagi Tokopedia. TikTok lebih dikenal masyarakat sebagai social media platform.

Tak hanya itu, model bisnis TikTok cenderung disukai wanita yang lebih intens menggunakan media sosial ini. Banyak pedagang menggunakan TikTok untuk berjualan pakaian dan kosmetik yang membutuhkan visuaslisasi atas produknya. “Kami melihat TikTok dan Shopee memiliki kemiripan dengan membidik pasar wanita,” ungkap dia dalam risetnya.

Sebelumnya, analis Mirae Asset Sekuritas Jennifer A Harjono dalam risetnya menyebutkan bahwa sektor teknologi tergolong overweight, karena didorong oleh ekspektasi konsumsi yang lebih tinggi, kemajuan teknologi, dan monetisasi yang lebih baik di masa depan.

Terkait kehadiran TikTok Shop yang mulai disukai banyak orang, menurut dia, target pelanggan dan kategori produk utama yang dimiliki berbeda dibandingkan Tokopedia dan Shopee. “Kami belum melihat TikTok Shop memiliki benturan langsung dengan Tokopedia,” tulis Jennifer.

Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merekomendasikan trading buy saham GOTO dengan target harga Rp 135 per saham. Kemarin, saham GOTO ditutup stagnan di level Rp 117.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia