Sebelum BEBS, Saham Lain Milik Sultan Subang IPPE dan ZATA Lebih Dulu Masuk “Gocap”
JAKARTA, investor.id – Saham tiga emiten yang dikuasai Asep Sulaeman Sabanda atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Sultan Subang’ ini terjerembap ke level Rp 50 atau ‘gocap’. Padahal, tiga perusahaan tersebut sempat berjaya dengan lompatan harga di awal-awal masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI, saham PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) merupakan saham yang lebih dulu mentok ke level Rp 50 terhitung sejak 2 Maret 2023 hingga kini. Padahal, saham ini sempat berjaya dengan level penutupan tertinggi Rp 600 pada 2 Maret 2022 dibandingkan dengan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 100 per saham.
Usai IPPE, masuk saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang juga bertengger di level Rp 50 sejak 16 Mei 2023 hingga saat ini. Lvel tertinggi saham ZATA Rp 302 pada 15 November 2022 dibandingkan dengan harga IPO yang sebesar Rp 100 pada 10 November 2023.
Teranyar, saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) yang mentok juga di level Rp 50 alias “gocap” pada perdagangan saham di BEI, Kamis (22/6/2023). Saham BEBS telah anjlok Rp 700 atau setara dengan 93,33% terhitung sejak akhir tahun lalu hingga perdagangan hari ini. Saham BEBS turun tajam dari Rp 740 menjadi Rp 50.
Asep Sulaeman Sabanda alias ‘Sultan Subang’ kini menjadi komisaris utama di tiga emiten tersebut sekaligus, yakni PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE), dan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).
Asep menjadi komisaris utama di 3 emiten itu berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) masing-masing perseroan. RUPST ZATA digelar di Bandung pada 25 Mei 2023. Sementara, RUPST IPPE dan BEBS digelar pada 26 Mei di Subang.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





