Jumat, 15 Mei 2026

Pegang Saham Emiten Sawit Grup Salim? Siap-siap Panen Dividen

Penulis : Zsazya Senorita
22 Jun 2023 | 21:20 WIB
BAGIKAN
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.

JAKARTA, investor.id – Emiten sawit Grup Salim, yakni PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membagikan dividen masing-masing Rp 53 dan Rp 15 per saham.

Bila dikalikan jumlah saham, total dividen yang disepakati hampir mencapai Rp 600 miliar, yakni Rp 361,45 miliar untuk LSIP atau 34,86% dari laba bersih perseroan dan Rp 232,52 miliar untuk SIMP atau 19,73% dari laba bersih.

“Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 53 per saham yang akan dibayarkan pada 21 Juli 2023,” ujar Presiden Direktur Lonsum Benny Tjoeng dalam keterangan resmi, Kamis (22/6/2023).

ADVERTISEMENT

Sedangkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 15 per saham dari Salim Ivomas akan dibayarkan pada 25 Juli 2023. “Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang terus menerus dari seluruh pemegang saham Lonsum dalam masa-masa sulit ini,” ujar Benny.

Dia mengatakan, Lonsum tetap fokus dalam pengendalian biaya dan efisiensi serta peningkatan produktivitas. Perseroan juga terus menerapkan praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan manajemen.

Sedangkan Direktur Utama Grup SIMP Mark Wakeford menyebutkan, Grup SIMP akan terus mengelola kegiatan usaha secara cermat, selaras dengan kondisi ekonomi dan pasar serta mengelola kegiatan operasi secara berkelanjutan. Grup SIMP akan fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi serta peningkatan produktivitas. 

“Kami mengapresiasi kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang terus menerus dalam melewati kondisi yang menantang ini,” sebut Mark.

Sebanyak dua perusahaan sawit milik Grup Salim, LSIP atau SIMP meraup laba bersih Rp 2,2 triliun tahun lalu. Perinciannya, laba bersih Lonsum naik 4% menjadi Rp 1,04 triliun, sedangkan Salim Ivomas tumbuh 21% menjadi Rp 1,2 triliun.

Lonsum meraih laba kotor Rp 1,49 triliun, laba usaha Rp 1,21 triliun dan EBITDA Rp 1,75 triliun tahun lalu. Adapun penjualan perseroan mencapai Rp 4,59 triliun sepanjang 2022, naik 1%. Ini didorong kenaikan harga jual rata-rata produk sawit yang sebagian diimbangi penurunan volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Sementara itu, Salim Ivomas membukukan penurunan pendapatan 9% menjadi Rp 17,7 triliun tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 19,6 triliun. Laba usaha tercatat mencapai Rp 2,9 triliun, stabil dari 2021. Perseroan membukukan pertumbuhan EBITDA 5% menjadi Rp 4,6 triliun. Adapun laba bersih naik 21% menjadi Rp 1,2 triliun.

Sebesar 29% pendapatan Salim Ivomas disumbangkan divisi perkebunan, sedangkan 71% dari minyak dan lemak nabati.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia