Lorena (LRNA) Incar Pendapatan 2023 Tumbuh 25%
JAKARTA, investor.id – PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) memproyeksikan kinerja pendapatan sepanjang 2023 secara umum akan mencapai Rp 100 miliar. Angka itu tumbuh 25% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 93 miliar.
Managing Director Lorena (LRNA) Dwi Ryanta Soerbakti menjelaskan bahwa target pertumbuhan 25% tersebut merupakan gabungan dari divisi angkutan Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP), commuter line, dan divisi rental bus dengan harapan pemulihan ekonomi berjalan lebih baik lagi.
“Secara umum saya berharap, kita bisa dapat sekitar 25%. Jadi, kalau di 2022 pendapatan sekitar Rp 93 miliar, kami berharap tahun 2023 ini bisa pecah lagi ke Rp 100 miliar,” jelas Ryanta, baru-baru ini.
Ryanta menambahkan, apalagi sepanjang kuartal I-2023, LRNA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja sekitar 15% sampai 20%. Ditambah, pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan juga telah memenangkan tender dari Angkasa Pura II dan PT HM Sampoerna Tbk.
Sayangnya, Ryanta enggan menyebutkan nilai kontrak yang dimenangkan perseroan dari dua tender tersebut. Ia hanya mengatakan, nilainya cukup besar. “Kita bisa naik tiga kali lipat daripada 2022,” tegasnya.
Bahkan, keberhasilan perseroan meraih dua tender tersebut diyakini bakal mampu mendorong pendapatan divisi rental melesat hingga 50%. Sementara dari divisi AKAP dan Commuter line, Untuk itu, Ryanta optimistis perseroan berharap dapat mencapai pertumbuhan sebesar 20-25%.
Untuk merealisasikan target tersebut, Ryanta membeberkan sejumlah strategi yang akan ditempuh LRNA. Utamanya, emiten transportasi tersebut akan menggenjot performa dari divisi rental. Sebab menurutnya, permintaan rental dari perusahaan-perusahaan swasta baik untuk kebutuhan karyawan maupun pelanggan sudah mulai tinggi.
“Selain itu, kami juga akan meneliti secara perlahan rute-rute potensial untuk kita perdalam dan rute-rute yang bisa dikembangkan,” jelas Ryanta.
Baca Juga:
Laba Usaha ASMI Naik 110.06%Hanya saja, beberapa hal yang mungkin masih akan memberikan tantangan yaitu banyaknya bus pariwisata yang tidak memiliki trayek resmi, mereka beroperasi di industri AKAP. Penyebabnya, karena selama tiga tahun terakhir, bus-bus pariwisata kesulitan mendapatkan pelanggan sehingga hal ini cukup menyulitkan bagi LRNA.
Akibatnya, Lorena sebagai perusahaan AKAP berizin resmi, sulit untuk agresif dalam melakukan ekspansi di divisi AKAP.
Menurut Ryanta, selama pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan belum mampu membenahi persoalan tersebut, maka perusahaan AKAP resmi seperti Lorena akan terganggu. Karena itu, dirinya sepakat dengan adanya kewajiban terkait sistem standar manajemen keselamatan yang dibebankan kepada seluruh perusahaan AKAP dan perusahaan transportasi darat lainnya.
“Kami berharap, dengan kewajiban sertifikasi tersebut akan membantu kami mendapatkan advantage. Jadi, strateginya saya akan membagi investasi atau strategi marketing perseroan. Bukan hanya murni di AKAP, tapi juga di commuter line dan memperkuat divisi ketiga yaitu rental. Karena dengan rental kita tidak akan rugi walaupun secraa profit margin tidak terlalu besar,” ujarnya.
Tahun ini, perseroan juga akan fokus melakukan peremajaan atau rekondisi terhadap bus-bus eksisting yang dimiliki perseroan selama tiga tahun terakhir. Sebab, proses rekondisi ini sebelumnya sempat terhambat.
“Jadi. secara nominal untuk rental tidak bisa saya katakan tergantung dari besarnya tender-tender yang kita menangkan. Sedangkan AKAP dan commuter line kita masih wait and see. Mungkin, tidak akan besar sekitar Rp 10-15 miliar karena itu angka yang kita butuhkan untuk melakukan rekondisi terhadap bus-bus yang kita miliki,” tutup Ryanta.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

