The Fed Kumat Lagi, tapi Enam Saham Ini Masih Bisa Ngegas
JAKARTA, Investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi konsolidasi melemah dengan support di level 6.626-6.562 dan resistance 6.717-6.772 pada pekan ini. Hal ini dipicu kembali munculnya sikap hawkish The Fed yang berpotensi mengerek suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), The Federal Funds Rate (FFR), sebanyak dua kali hingga akhir 2023.
Tetapi, dalam kondisi berat seperti saat ini, masih ada enam saham pilihan yang bisa tancap gas akhir Juni 2023. Mereka adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Mitra Pinashtika Mustika Tbk (MPMX), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo tak ragu merekomendasikan buy enam saham itu. Target harga saham DSNG Rp 590, MPMX Rp 1.100-1.200, HRUM Rp 1.500-1.580, PGAS Rp 1.420, TLKM Rp 4150, dan BBTN Rp 1400.
Selama pekan lalu, berdasarkan data BEI, indeks terpangkas 0,8% ke level 6.639, sedangkan secara year to date (YTD) turun 3%. Nilai transaksi saham mencapai Rp 41,6 triliun. Asing net sell saham selama sepekan penuh senilai total Rp 1,7 triliun. Alhasil, net buy asing tergerus menjadi Rp 16,7 triliun per Jumat pekan lalu, dibandingkan awal Juni Rp 20 triliun lebih.
Praska Putrantyo memprediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.583-6.663 pada pekan ini. Alasannya, Chairman bank sentral AS, The Fed, Jerome Powell mengisyaratkan bakal menaikkan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.
Sentimen pemberat lainnya, kata dia, adalah kinerja manufaktur di Tiongkok yang melemah. Sementara itu, tekanan jual investor asing di pasar saham dan kembali menguatnya dolar AS makin memperberat tekanan ke indeks. “Apalagi, momentum dividen tunai dan earnings season kuartal I-2023 telah berakhir,” jelas Praska kepada Investor Daily, Minggu (25/6/2023).
Praska menambahkan, koreksi pada saham-saham di sektor teknologi, keuangan, dan energi juga masih menjadi pemberat IHSG pekan depan. Ini diperparah ambruknya harga komoditas batu bara, minyak mentah, dan logam, seperti nikel.
“Investor sebaiknya tetap mencermati saham-saham yang masih punya peluang pertumbuhan pendapatan dan laba selama setahun ke depan, dengan strategi buy on weakness (bow) atau averaging down,” kata dia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






