Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Kumat Lagi, tapi Enam Saham Ini Masih Bisa Ngegas

Penulis : Muawwan Daelami
26 Jun 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, sikap The Fed yang masih hawkish akan berlanjut untuk menekan inflasi di AS hingga berada di target sebesar 2%. Karena itu, kata dia, masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Federal Funds Rate (FFR) 50 bps sampai akhir 2023 dibandingkan saat inu 5-5,25%.

“Akibatnya, saham sektor teknologi akan kembali melemah. Kemudian indeks Nasdaq turun 1,75% dalam sepekan, sejalan dengan pergerakan saham teknologi di pasar saham domestik yang 4,26%,” kata dia.

Ratih merekomendasi buy saham BRIS di area Rp 1.680 dengan resistance Rp1.750, MAPI (resistance Rp 1.780), dan MDKA (resistance Rp 3.350).

ADVERTISEMENT

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga berpendapat, potensi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2023 yang diisyaratkan sejumlah bank sentral, seperti The Fed, Bank Sentral Eropa, Bank Sentral Inggris, dan Bank Sentral Austraila menyebabkan IHSG melemah.

“Jadi, kami melihat, IHSG pekan ini berpotensi melemah namun terbatas dengan rentang 6.600 -6.666,” ucap Nico.

Hans Kwee, direktur Equator Swarna Investama, menegaskan, sentimen yang berpengaruh besar ke pasar saham adalah potensi penaikan suku bunga acuan AS sebanyak dua kali hingga akhir 2023. Powell sudah memberikan kode keras soal ini di hadapan kongres.

Adapun bulan ini, The Fed menahan The Federal Funds Rate (FFR) di level 5-5,25%, seiring terkendalinya inflasi. Merujuk survei CME FedWatch Tool, kenaikan suku bunga AS mencapai 25 bps di Juli 2023 naik dari sekitar 74% menjadi 76,9%.Level FFR yang lebih tinggi dari saat ini akan meningkatkan biaya pinjaman bagi kalangan bisnis dan konsumen, sehingga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia