Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Kumat Lagi, tapi Enam Saham Ini Masih Bisa Ngegas

Penulis : Muawwan Daelami
26 Jun 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza
Pekerja melintasi layar pergerakan IHSG di gedung BEI, Jakarta. B Universe Photo/David Gita Roza

JAKARTA, Investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi konsolidasi melemah dengan support di level 6.626-6.562 dan resistance 6.717-6.772 pada pekan ini. Hal ini dipicu kembali munculnya sikap hawkish The Fed yang berpotensi mengerek suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), The Federal Funds Rate (FFR), sebanyak dua kali hingga akhir 2023.

Tetapi, dalam kondisi berat seperti saat ini, masih ada enam saham pilihan yang bisa tancap gas akhir Juni 2023. Mereka adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Mitra Pinashtika Mustika Tbk (MPMX), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

CEO Edvisor.id Praska Putrantyo tak ragu merekomendasikan buy enam saham itu. Target harga saham DSNG Rp 590, MPMX Rp 1.100-1.200, HRUM Rp 1.500-1.580, PGAS Rp 1.420, TLKM Rp 4150, dan BBTN Rp 1400.

ADVERTISEMENT

Selama pekan lalu, berdasarkan data BEI, indeks terpangkas 0,8% ke level 6.639, sedangkan secara year to date (YTD) turun 3%. Nilai transaksi saham mencapai Rp 41,6 triliun. Asing net sell saham selama sepekan penuh senilai total Rp 1,7 triliun. Alhasil, net buy asing tergerus menjadi Rp 16,7 triliun per Jumat pekan lalu, dibandingkan awal Juni Rp 20 triliun lebih.

Praska Putrantyo memprediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.583-6.663 pada pekan ini. Alasannya, Chairman bank sentral AS, The Fed, Jerome Powell mengisyaratkan bakal menaikkan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.

Sentimen pemberat lainnya, kata dia, adalah kinerja manufaktur di Tiongkok yang melemah. Sementara itu, tekanan jual investor asing di pasar saham dan kembali menguatnya dolar AS makin memperberat tekanan ke indeks. “Apalagi, momentum dividen tunai dan earnings season kuartal I-2023 telah berakhir,” jelas Praska kepada Investor Daily, Minggu (25/6/2023).

Praska menambahkan, koreksi pada saham-saham di sektor teknologi, keuangan, dan energi juga masih menjadi pemberat IHSG pekan depan. Ini diperparah ambruknya harga komoditas batu bara, minyak mentah, dan logam, seperti nikel.

“Investor sebaiknya tetap mencermati saham-saham yang masih punya peluang pertumbuhan pendapatan dan laba selama setahun ke depan, dengan strategi buy on weakness (bow) atau averaging down,” kata dia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia