Jumat, 15 Mei 2026

Asing Profit Taking Obligasi, Geser Duit Panas ke Saham

Penulis : Ghafur Fadillah
26 Jun 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Perdagangan obligasi di bursa
Perdagangan obligasi di bursa

JAKARTA, Investor.id – Pemodal asing diprediksi melanjutkan aksi profit taking di pasar obligasi negara pekan ini. Selanjutnya, mereka akan menggeser duit panas ke pasar saham Indonesia, yang sudah terdiskon cukup besar.

Sejalan dengan itu, minimnya sentimen positif dan maraknya aksi taking profit diperkirakan menekan harga surat utang negara (SUN) pekan ini. Imbal hasil SUN  tenor 10 tahun diperkirakan meningkat menjadi berkisar 6,25- 7%.

Fixed income analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin menuturkan, pekan ini, asing cenderung taking profit, setelah beberapa minggu sebelumnya membukukan beli bersih secara berkelanjutan. Proyeksi juga didukung dengan harga SUN yang sudah cukup tinggi saat ini.

ADVERTISEMENT

“Ini mendorong mereka untuk merealisasikan keuntungan sebelum masuk kembali ketika harga sudah cukup rendah,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.  

Dia menambahkan, berdasarkan data Maret hingga Mei 2023, asing terus membukukan beli bersih di pasar surat utang, mencapai Rp 31,48 triliun. Adapun aksi jual bersih mulai terlihat pada pekan lalu dan diperkirakan terus berlanjut.

“Setelah aksi tersebut, asing diperkirakan masuk pasar saham, lantara harganya yang sudah cukup terdiskon dalam beberapa minggu terakhir, sehingga IHSG sulit menembus level 6.700,” ujar dia. 

Dengan demikian, Ahmad memperkirakan yield SUN 10 tahun pekan ini bergerak di kisaran 6,25-7%. Adapun pada penutupan pekan depan, yield diprediksi berada di level 6,4%.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pekan ini pasar SUN lebih banyak diwarnai sentimen dari eksternal. Sebagian besar sentimen ini berpotensi membebani pasar surat utang, di hasil dari forum pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan pidato Christine Lagarde pada Senin-Selasa, 26-27 Juni 2023. Forum ini penting untuk melihat arah selanjutnya dari kebijakan moneter di kawasan Euro setelah pada pertemuan Juni ini ECB menaikkan suku bunga.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia