Asing Profit Taking Obligasi, Geser Duit Panas ke Saham
JAKARTA, Investor.id – Pemodal asing diprediksi melanjutkan aksi profit taking di pasar obligasi negara pekan ini. Selanjutnya, mereka akan menggeser duit panas ke pasar saham Indonesia, yang sudah terdiskon cukup besar.
Sejalan dengan itu, minimnya sentimen positif dan maraknya aksi taking profit diperkirakan menekan harga surat utang negara (SUN) pekan ini. Imbal hasil SUN tenor 10 tahun diperkirakan meningkat menjadi berkisar 6,25- 7%.
Fixed income analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin menuturkan, pekan ini, asing cenderung taking profit, setelah beberapa minggu sebelumnya membukukan beli bersih secara berkelanjutan. Proyeksi juga didukung dengan harga SUN yang sudah cukup tinggi saat ini.
“Ini mendorong mereka untuk merealisasikan keuntungan sebelum masuk kembali ketika harga sudah cukup rendah,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Dia menambahkan, berdasarkan data Maret hingga Mei 2023, asing terus membukukan beli bersih di pasar surat utang, mencapai Rp 31,48 triliun. Adapun aksi jual bersih mulai terlihat pada pekan lalu dan diperkirakan terus berlanjut.
“Setelah aksi tersebut, asing diperkirakan masuk pasar saham, lantara harganya yang sudah cukup terdiskon dalam beberapa minggu terakhir, sehingga IHSG sulit menembus level 6.700,” ujar dia.
Dengan demikian, Ahmad memperkirakan yield SUN 10 tahun pekan ini bergerak di kisaran 6,25-7%. Adapun pada penutupan pekan depan, yield diprediksi berada di level 6,4%.
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, pekan ini pasar SUN lebih banyak diwarnai sentimen dari eksternal. Sebagian besar sentimen ini berpotensi membebani pasar surat utang, di hasil dari forum pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan pidato Christine Lagarde pada Senin-Selasa, 26-27 Juni 2023. Forum ini penting untuk melihat arah selanjutnya dari kebijakan moneter di kawasan Euro setelah pada pertemuan Juni ini ECB menaikkan suku bunga.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






