Harga CPO Pekan Lalu Rontok, Sepekan Ini?
Hal ini, lanjut Research & Development, permintaan dari negara Tiongkok dikhawatirkan berkurang, ditengah berkembangnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di Tiongkok. Data ekonomi Tiongkok melaporkan Penjualan ritel secara tahunan mengalami penurunan sebesar 12,7% pada Mei dibanding tahun lalu sebesar 18,4%, di bawah ekspektasi perkiraan pertumbuhan 13,6%.
“Selain itu, Produksi industri naik 3,5% pada Mei dari tahun lalu, lebih lambat dari 3,6% yang diharapkan pasar,” papar Research & Development ICDX.
Ditambah lagi, Research & Development ICDX menyebut, permintaan dari India masih dibayangi oleh sentimen pemangkasan bea impor untuk minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari membuat kemungkinan pada peralihan ke minyak nabati dibanding minyak sawit.
Menurut Research & Development ICDX, kinerja CPO Bergerak dalam tren bullish pada awal kuartal II jika dibandingkan dengan penutupan kuartal I. adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan CPO kuartal II saat ini, seperti kekhawatiran penurunan produksi akibat cuaca buruk dan penerapan UU anti deforestasi terbaru dari negara Uni Eropa dan situasi negara importir utama CPO global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






