Jumat, 15 Mei 2026

Saham PTBA ARB, Antara Dividend Trap  dan Saatnya Beli

Penulis : Parluhutan Situmorang
26 Jun 2023 | 13:06 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Dok. PTBA)
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Dok. PTBA)

Jangka Panjang

Investor jangka panjang justru relatif santai, karena berekspektasi pergerakan harga saham akan kembali normal pada waktunya. Terlebih, PTBA memiliki fundamental yang kinclong dan sejumlah aksi korporasi lanjutan di masa mendatang.

“Yang tidak bisa dibantah, dividend yield 30% itu sangat tinggi, berkali kali lipat dari bunga deposito yang hitungannya per tahun. Jadi, andai se apes apesnya harga saham PTBA butuh waktu setahun untuk kembali ke harga cumdate, investor masih cuan berlipat lipat,” kata Irwan, investor setia PTBA yang telah menikmati dividen jumbo dari BUMN batubara ini selama tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Irwan memberikan perhitungan bahwa investor yang membeli saham PTBA sebanyak 1.000 lot di harga penutupan saat cum date, alias Rp 3.700, mengeluarkan modal Rp 370.000.000. Hanya dalam hitungan 20 hari, tidak sampai sebulan, investor langsung mendapatkan pembayaran dividen Rp 1.094 x 1.000 lot atau setara dengan Rp 109.400.000. Perseroan menetapkan payment date  pada 14 Juli 2023.

“Andai uang Rp 370 juta disimpan di deposito bank digital sebesar 8% per tahun, bunganya tidak sampai Rp 30 juta. Itu pun dibayar secara eceran tiap bulan atau dibayar penuh tapi nunggu jatuh tempo setahun lamanya. Jadi, kalau pun harga saham PTBA butuh 2 tahun untuk kembali ke level cumdate, investor masih cuan banyak,” kata investor ritel yang juga pernah menikmati dividen jumbo ISAT, nyangkut berbulan bulan lamanya lalu meraih capital gain.

PT Indosat Tbk (ISAT) pernah membagikan dividen istimewa pada Desember 2021, setelah mereka resmi merger dengan Hutchinson, operator 3. Total dividen mencapai Rp 1.748 per saham. Dividen super jumbo ini membawa euforia luar biasa hingga mengerek saham ISAT ke level Rp8.000 saat cum date.

“Setelah cum date, harga saham ISAT ARB berjilid jilid. Inilah fenomena dividend trap paling nyata dan tragis. Banyak yang tidak tahan akhirnya cutloss, sehingga dividen yang dikantongi tidak maksimal. Itu pun baru bisa lepas barang sepekan setelah ARB,” kenang Irwan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia