Jumat, 15 Mei 2026

Saham PTBA ARB, Antara Dividend Trap  dan Saatnya Beli

Penulis : Parluhutan Situmorang
26 Jun 2023 | 13:06 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Dok. PTBA)
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Dok. PTBA)

JAKARTA, investor.id –  Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) anjlok menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada periode ex date (26/6). Saham PTBA turun 14,86% menjadi Rp 3.150 hingga penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/6/2026).

Penurunan harga saham PTBA terjadi setelah periode cum dividen PTBA tuntas pada Jumat pekan lalu (23/6). Sebelumnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PTBA menetapkan dividen tahun buku 2022 senilai Rp 12,6 triliun atau setara 100% dari laba bersih. Angka tersebut setara dengan Rp 1.090 per saham.

Berdasarkan data BEI, tekanan jual terpantau kuat dengan offering sebanyak 3,4 juta lot pada level ARB. Namun demikian, tidak sedikit investor yang memanfaatkan panic selling ini untuk akumulasi. Sebanyak 3,5 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 11 miliar.

ADVERTISEMENT

Terkait aksi korporasi pembagian dividen, cum date adalah batas terakhir perdagangan saham suatu emiten yang masih memperhitungkan dividen. Sebaliknya, ex date adalah hari pertama perdagangan saham tanpa dividen.

Sederhananya, investor yang membeli saham PTBA saat cum date pada akhir pekan lalu berhak mendapatkan dividen. Maka dari itu, setelah tercatat sebagai penerima dividen, investor buru-buru menjual saham PTBA pada tanggal ex date atau awal pekan ini. Hal ini terutama dilakukan oleh para pemburu dividen yang memakai duit talangan sekuritas.

Mereka harus cepat lego saham di harga berapapun untuk menghindari jual paksa (forced sell) pada hari keempat setelah transaksi. Para pemburu dividen PTBA yang memanfaatkan trading limit sekuritas ini berbeda nasib dengan investor jangka panjang.

Jangka Panjang

Investor jangka panjang justru relatif santai, karena berekspektasi pergerakan harga saham akan kembali normal pada waktunya. Terlebih, PTBA memiliki fundamental yang kinclong dan sejumlah aksi korporasi lanjutan di masa mendatang.

“Yang tidak bisa dibantah, dividend yield 30% itu sangat tinggi, berkali kali lipat dari bunga deposito yang hitungannya per tahun. Jadi, andai se apes apesnya harga saham PTBA butuh waktu setahun untuk kembali ke harga cumdate, investor masih cuan berlipat lipat,” kata Irwan, investor setia PTBA yang telah menikmati dividen jumbo dari BUMN batubara ini selama tiga tahun terakhir.

Irwan memberikan perhitungan bahwa investor yang membeli saham PTBA sebanyak 1.000 lot di harga penutupan saat cum date, alias Rp 3.700, mengeluarkan modal Rp 370.000.000. Hanya dalam hitungan 20 hari, tidak sampai sebulan, investor langsung mendapatkan pembayaran dividen Rp 1.094 x 1.000 lot atau setara dengan Rp 109.400.000. Perseroan menetapkan payment date  pada 14 Juli 2023.

“Andai uang Rp 370 juta disimpan di deposito bank digital sebesar 8% per tahun, bunganya tidak sampai Rp 30 juta. Itu pun dibayar secara eceran tiap bulan atau dibayar penuh tapi nunggu jatuh tempo setahun lamanya. Jadi, kalau pun harga saham PTBA butuh 2 tahun untuk kembali ke level cumdate, investor masih cuan banyak,” kata investor ritel yang juga pernah menikmati dividen jumbo ISAT, nyangkut berbulan bulan lamanya lalu meraih capital gain.

PT Indosat Tbk (ISAT) pernah membagikan dividen istimewa pada Desember 2021, setelah mereka resmi merger dengan Hutchinson, operator 3. Total dividen mencapai Rp 1.748 per saham. Dividen super jumbo ini membawa euforia luar biasa hingga mengerek saham ISAT ke level Rp8.000 saat cum date.

“Setelah cum date, harga saham ISAT ARB berjilid jilid. Inilah fenomena dividend trap paling nyata dan tragis. Banyak yang tidak tahan akhirnya cutloss, sehingga dividen yang dikantongi tidak maksimal. Itu pun baru bisa lepas barang sepekan setelah ARB,” kenang Irwan.

Kunci Fundamental

Berbeda dengan sejawatnya, Irwan memilih tetap hold meski harga ISAT mulai merangkak lagi dari level Rp 5.500. Tidak sampai 1,5 tahun, atau tepatnya pada akhir Mei 2023, harga ISAT bukan hanya balik ke level harga cumdate, bahkan jauh melampaui.

“Dan selama kurun itu, saya dapat lagi dividen Rp248 pada Agustus 2022 dan Rp 255 pada Mei 2023. Jadi total dividen yang saya dapat dari akhir 2021 mencapai Rp2.251 per saham, ditambah capital gain jika saya jual saham ISAT hari ini,” katanya dengan muka ceria. Berapa capital gain-nya? dia hanya menyebut average price-nya di bawah goceng.

Bagi Irwan, yang tidak memiliki waktu banyak dalam melakukan trading saham, pilihan menjadi investor long term adalah pilihan paling rasional. Apalagi dia juga tidak memiliki ilmu yang cukup dalam analisis teknikal dalam perdagangan saham jangka pendek.

"Selama fundamental PTBA terus bagus, konsisten bagi dividen besar, saya lebih memilih untuk keep terus. Mau saham terbang juga saya tetap hold. Lagipula buat apa keluar masuk ke saham kalau banyak yang cut loss," ujarnya.

Sebagai informasi, PTBA tergolong emiten high dividen karena rutin membagikan dividen yang jumbo setiap tahun. Sejak 2018 lalu, PTBA selalu membagikan dividen dengan ratio terhadap laba (dividen payout ratio/DPR) minimal 75%. Pada 2018, dividen yield PTBA mencapai 9,28%, dan 2019 sebesar 8,22%.

Dalam 2 tahun terakhir, DPR PTBA meningkat menjadi 100% dan otomatis mendorong dividen yield. Pada tahun lalu dividen yield PTBA tercatat 15,64% dan pada tahun ini tercatat 30%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia