Jumat, 15 Mei 2026

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Penulis : Mashud Toarik / Nasori / Indah Ayu Pujiastuti
28 Jun 2023 | 10:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emisi karbon pabrik. (ist)
Ilustrasi emisi karbon pabrik. (ist)

JAKARTA, investor.id - Laporan transparansi pencapaian pengurangan emisi karbon yang telah dilakukan oleh perusahaan, bisa menjadi langkah awal untuk mencapai target nol emisi karbon (net zero emission) global pada 2050. Melalui laporan yang dilakukan, baik secara suka rela maupun mandatori, perusahaan akan berlomba-lomba untuk membuat kemajuan dalam menurunkan emisi karbon atau gas rumah kaca mereka masing-masing.

Bila kemajuan dalam menurunkan emisi karbon itu dilakukan secara konsisten bersama kekuatan-kekuatan lain, maka bumi bisa diselamatkan dari ancaman kerusakan akibat pemanasan global (global warming) yang tak terkendali. Untuk menjaga agar pemanasan global tidak naik lebih dari 1,5°C dari suhu praindustri tahun 1800 – seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Paris (Paris Agreement) – emisi perlu dikurangi sebesar 45% pada 2030 dan mencapai net zero emission pada 2050.

“Apalagi pemerintah baru sign (target) penurunan emisi 29% di 2030. Makanya, entitas-entitas ini berlomba menyusun program dan strategi untuk menurunkan emisi,” ujar Founder Bumi Global Karbon (BHK) Foundation Achmad Deni Daruri kepada Investor Daily, Selasa (27/6/2023), usai acara pemberian penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023 hasil kerja sama BGK Foundation dan Majalah Investor dari B-Universe.

ADVERTISEMENT
Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi
Founder BGK Achmad Deni Daruri menyampaikan aspek penilaian dalam penghargaan Transparansi Korporasi dalam Pengungkapan Emisi Karbon

Penghargaan diberikan kepada 114 korporasi baik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun perusahaan nonterbuka (TBK). BGK Foundation melakukan penilaian berdasarkan laporan publikasi perusahaan. Dari data dipublikasikan pada 2022, diperoleh data sustainability report (SR) yang berasal dari 114 perusahaan. BGK Foundation lalu melakukan validasi kebenaran data yang disampaikan. Ada dua poin penting yang menjadi dasar penilaian yakni keberhasilan penurunan emisi dan perhitungan emisi.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Banyak Kamajuan

Dibanding saat perghargaan pertama kali diberikan pada 2020, menurut Deni Daruri, saat ini banyak kamajuan yang telah dicapai oleh perusahaan dalam mengungkap pencapaian penurunan emisi mereka. “Kita lihat, setiap tahun, tren jumlah perusahaan yang melakukan penghitungan emisi pasti ada penambahan. Mulai transparan kita sebutnya. Makin ke sini, makin banyak yang mulai mengungkapkan emisinya,” tutur dia.

Bahkan, lanjut Deni Daruri, cakupan pengungkapannya juga makin luas. Semula mereka hanya mengungkap untuk Cakupan 1 atau Cakupan 2 emisi dari tiga cakupan yang ada. “Nah, di tahun ini mulai dihitung ketiganya. Jadi, semakin lengkap perhitungan emisinya dan semakin transparan. Ke dapan arahnya semakin banyak perusahaan dari yang tidak menghitung emisinya, lama-lama nantinya akan lengkap karena penurunan emisi ini adalah topik yang hanya masuk dalam ESG,” papar dia.

Deni Daruri meyakini, transparansi pengungkapan emisi akan makin marak setelah Peraturan Otoritas Jasa Kuangan (OJK) Nomor 51 /POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik berlaku secara penuh pada 2025. “Karena di dalam POJK itu ada pedoman teknis untuk perilisan laporan keberlanjutan dan salah satu aspek yang harus diungkapkan perusahaan di sana adalah emisi gas rumah kaca (GRK),” ucap dia.

Deni Daruri menambahkan, komitmen dari sektor keuangan global terhadap penurunan emisi karibon juga makin luas. Lebih dari 40 bank sentral di dunia telah mengawasi bagaimana risiko iklim dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan ekonomi dan keuangan mereka.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Bank of England misalnya, telah memperingatkan bahwa perusahaan dalam industri ‘kotor’ bisa mengalami kebangkrutan jika mereka gagal memahami risiko model bisnis mereka dan belum beralih ke alternatif net zero emission. “Sekarang didukung oleh hampir 900 perusahaan. Mereka mulai menilai risiko finansial berdasarkan perubahan iklim,” pungkas dia.

Selain itu, koalisi sejumlah negara, kota, bisnis, dan institusi lain telah berjanji untuk terlibat dalam pencapaian net zero emission. Lebih dari 70 negara, termasuk pencemar terbesar – Tiongkok, Amerika Serikat, dan Uni Eropa – telah menetapkan target net zero emission yang mencakup sekitar 76% emisi global. Sedangkan Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada 2060. Komitmen negara-negara itu tertuang dalam Nationally Determined Contributions (NDCs).

Lebih dari 1.200 perusahaan telah menetapkan target berbasis sains sesuai dengan net zero emission serta lebih dari 1.000 kota, lebih dari 1.000 institusi pendidikan, dan lebih dari 400 institusi keuangan telah bergabung dalam Race to Zero, berjanji untuk mengambil tindakan tegas dan segera dalam mengurangi separuh global emisi pada 2030.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Cukup Sulit

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Majalah Investor (media di bawah B-Universe) Djaka Susila membagikan informasi bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan revisi dokumen Enhanced Nationally Determined Contributions (NDCs) dengan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 2%.

Pada Enhanced NDC, target penurunan emisi karbon dengan upaya sendiri (unconditional) meningkat dari 29% di dokumen Updated NDC menjadi 31,89% pada 2030, sementara dengan bantuan internasional (conditional) naik dari 41% menjadi 43,2%.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi
Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Majalah Investor (media di bawah B-Universe) Djaka Susila

Menurut Djaka, posisi Indonesia cukup sulit terkait pengurangan emisi karbon. "Karena ada catatan dari berbagai sumber bahwa negara Indonesia masuk dalam 10 besar negara bahkan ada yang mengatakan masuk enam besar negara penyumbang emisi karbon di dunia," kata dia dalam sambutan yang disiarkan secara live di kanal Youtube BeritaSatu, Selasa (27/6/2023).

Oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya target NDCs tersebut, lembaga independen BGK Foundation bekerja sama dengan Majalah Investor dari B-Universe memberikan penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023. Penghargaan diberikan kepada 114 korporasi, baik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (terbuka) maupun perusahaan nonterbuka.

Penilaian BGK Foundation mengacu pada GHG Protocol, salah satu standar global yang digunakan banyak lembaga di banyak negara dunia untuk mengevaluasi kemajuan penerapan program penurunan emisi korporasi.

"Saya kira dengan kolaborasi ini, kami yakin target yang ditetapkan oleh pemerintah dengan menurunkan emisi sebesar 31,98% atau dengan mungkin bantuan dari internasional kita bisa mengurangi emisi sebesar 43,2% di angka 1.632 juta ton CO2eq di 2030 nanti tercapai. Saya yakin kolaborasi ini akan membuahkan dan membawa hasil yang maksimal ketika kita selalu bergandengan tangan bekerja sama," papar Djaka.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Kepedulian Tinggi

Djaka juga meyakini bahwa 114 perusahaan yang hadir saat ini mempunyai kepedulian yang tinggi, bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan pengurangan emisi karbon saat ini.

"Dan kami sebagai media massa, B-Universe khususnya Majalah Investor mempunyai kepedulian untuk memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para perusahaan yang hadir saat ini untuk bersama-sama berkolaborasi bersama dengan Pemerintah dan kami (media) untuk mengurangi tantangan atau problematika yang dihadapi saat ini," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Djaka mengucapkan selamat dan terima kasih kepada 114 perusahaan yang berkontribusi dan perusahaan-perusahaan lain yang mau dan sudah mulai menuju pada pengurangan emisi ini akan didorong terus.

Transparansi Emisi, Langkah Awal Selamatkan Bumi

Djaka pun berharap penganugerahaan dan apresiasi ini bisa memacu semua pihak untuk secara Bersama menurunkan emisi karbon. "Jadi, tidak hanya perusahaan-perusahaan penerima penganugerahan saja tapi kita sebagai media massa bisa membuat bumi ini semakin bersih, bumi ini semakin nyaman untuk ditinggali dan dapat menjalankan bisnis dengan baik juga," kata dia.

Menurut Djaka, penganugerahan ini merupakan suatu langkah yang luar biasa bagi perusahaan-perusahaan penerima penganugerahan Transparansi Emisi Korporasi 2023 ini bisa menjadi role model bagi semua perusahaan di Indonesia terutama untuk semakin berperan dalam membuat bumi Indonesia semakin bersih.

"Semoga ini menjadi pemicu kita untuk terus memberikan kontribusi kepada bumi Indonesia yang lebih bersih lagi," harap dia mengakhiri sambutannya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia