Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Saham Semester II: Valuasi Menarik, Investor Lokal Jadi Penggerak?

Penulis : Jauhari Mahardhika
28 Jun 2023 | 18:37 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di depan logo IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Pasar saham pada semester II-2023 diprediksi lebih stabil dan aliran dana asing (capital inflow) akan kembali deras. Investor lokal juga diyakini bakal turut berperan.

“Kami memperkirakan faktor eksternal akan mulai stabil dan suku bunga acuan telah mencapai titik puncaknya,” tulis Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, dalam risetnya yang dikutip pada Rabu (28/6/2023).

Menurut dia, The Fed bahkan mungkin saja menurunkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) dalam beberapa bulan mendatang. Ini bisa mendorong investor untuk berinvestasi lagi dan kembali membangun portofolio.

ADVERTISEMENT

“Di tengah kekhawatiran resesi global, kami yakin Indonesia dapat menjadi salah satu pasar negara berkembang yang paling populer, karena ekonominya yang mayoritas bertumpu pada pasar domestik, menjadikannya relatif tangguh,” jelas Prasetya. Dia pun menyebutkan bahwa belanja terkait pemilu juga akan mendorong ekspansi ekonomi Indonesia pada semester II-2023.

Dengan berbagai kondisi tersebut, investor lokal akan turut menopang pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). “Tidak hanya dana asing, kami memperkirakan pemain lokal akan berperan menopang IHSG pada semester II-2023,” sebutnya.

Adapun sepanjang Juni 2023, investor asing mencatatkan tren jual bersih (net sell) di bursa saham Indonesia senilai Rp 3,7 triliun (month to date/mtd).

“Kami percaya para pemain lokal akan lebih banyak menginvestasikan dananya di tengah keyakinan bahwa suku bunga acuan telah mencapai puncaknya dan IHSG diperdagangkan pada valuasi menarik di forward P/E sebesar 13,1 kali (di bawah -1,5sd),” ungkap Prasetya.

Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan target IHSG di 7.600 pada tahun ini. Target tersebut merupakan skenario base case fundamental untuk IHSG 2023 dengan P/E 15 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia