Jumat, 15 Mei 2026

Rampungkan Smelter, Merdeka Battery (MBMA) Optimistis Kinerja 2023 Positif

Penulis : Zsazya Senorita
1 Jul 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto: Perseroan)
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id –  PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) atau MBM optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif sampai akhir 2023. Peningkatan pendapatan diproyeksikan berasal dari beroperasinya pabrik smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Zhao Hui Nickel (ZHN).

Smelter tersebut memiliki target kapasitas terpasang 50 ribu ton Ni dalam bentuk nickel pig iron (NPI) per tahun. Optimisme tersebut turut ditopang proyek acid iron metal (AIM) dan PT Huaneng Metal Industry (HNMI), serta fasilitas konversi high-grade nickel matte (HGNM) yang 60% sahamnya baru saja diakuisisi MBM.

“Berbagai rencana bisnis telah berhasil dijalankan dengan baik, terutama akuisisi atas proyek ekspansi hilir dan proses pembangunan smelter RKEF baru, sehingga akan meningkatkan potensi pendapatan MBMA tahun ini,” jelas Presiden Direktur Merdeka Battery Materials (MBMA) Devin Ridwan usai RUPST di Alila Hotel Jakarta, Jumat (30/6/2023).

ADVERTISEMENT

Smelter RKEF ZHN dan proyek AIM diharapkan akan berproduksi setelah proses pembangunannya rampung pada pertengahan kedua tahun 2023. Adapun HNMI akan menghasilkan HGNM yang mengandung lebih dari 70% nikel dengan memproses low-grade nickel matte yang di produksi smelter RKEF.

Nikel matte merupakan bahan baku utama untuk prekursor baterai dan nikel kelas satu. HNMI saat ini telah beroperasi komersial dan diharapkan akan mulai memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan MBM pada semester II-2023.

Perlu diketahui, sumber pendapatan utama MBM pada 2022 berasal dari penjualan NPI ke pasar luar negeri serta domestik, masing-masing sebesar US$ 270,33 juta dan US$185,4 juta. Tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan US$ 455,74 juta dengan laba tahun berjalan senilai US$ 37,85 juta.

Produksi NPI tersebut berasal dari smelter RKEF milik PT Cahaya Smelter Indonesia dan PT Bukit Smelter Indonesia yang masing-masing memiliki kapasitas terpasang 19 ribu ton Ni dalam bentuk NPI per tahun. Sehingga dengan beroperasinya smelter RKEF ZHN, maka total kapasitas terpasang yang dimiliki MBMA akan mencapai 88 ribu ton Ni per tahun.

“Dengan dukungan cadangan bahan baku nikel yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, MBMA akan terus fokus untuk mengoptimalkan setiap peluang dalam bisnis hilirisasi dan rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik yang juga menjadi komitmen Pemerintah Indonesia,” tutup Devin.

Caption: Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Devin Ridwan (tengah) didampingi Komisaris Independen MBMA Hasan Fawzi (kiri) dan Direktur MBMA Titien Supeno (kanan) memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar di Alila Hotel, Jakarta, Jumat (30/06). Salah satu mata acara RUPST yaitu menyetujui pengangkatan Andrew Phillip Starkey sebagai Direksi Perseroan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia