Jumat, 15 Mei 2026

BRI (BBRI) Hong Kong Rintis Kredit Mikro ke PMI

Penulis : Hari Gunarto
3 Jul 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BRI.
Ilustrasi BRI.

HONG KONG,investor.id – Kantor Perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) Hong Kong melebarkan sayap bisnis. Setelah fokus pada remitansi serta fasilitas pembiayaan ekspor-impor, BRI Hong Kong akan merintis pemberian pinjaman mikro kepada para pekerja migran Indonesia (PMI).

“Semua sedang dalam persiapan, ditargetkan Agustus ini mulai jalan,” kata Chief Representative BRI Hong Kong, Wisnu Pratama dalam perbincangan dengan wartawan di kantornya, Selasa (27/06/2023).

Ini untuk pertama kali BRI memberikan kredit mikro kepada pekerja migran Hong Kong, yang populasinya mencapai sekitar 150 ribuan orang. Dengan basis nasabah (customer based) yang dimiliki BRI Hong Kong sekitar 15 ribu orang, Wisnu yakin kredit mikro ini bakal bakal disambut antusias.

ADVERTISEMENT

Kredit mikro buat pekerja migran punya potensi besar. Selama ini, mereka banyak memperoleh pinjaman dari financial technology (fintech) lokal, yakni prime credit, dengan suku bunga yang lumayan mencekik, hingga 27% per tahun. Nah, BRI ingin memberikan pinjaman dengan suku bunga jauh lebih menarik.

Sebagai sumber dana, BRI Hong Kong belum punya lisensi untuk menghimpun dana pihak ketiga (simpanan). Dalam konteks ini, BRI menjajaki kemitraan dengan HSBC untuk mendapat pendanaan. Pembicaraan sudah dilakukan, dan HSBC mengenakan suku bunga sekitar 5%-an kepada BRI. ”Jadi BRI akan melakukan fungsi chanelling lah,” tutur Wisnu.

Target Wisnu tidak muluk-muluk untuk rintisan kredit mikro ini. “Hingga akhir tahun, kami tergetkan bisa menyalurkan kredit satu juta dolar Hongkong (setara Rp 2 miliar). Untuk tahap awal memang sebatas kredit konsumtif, seperti untuk pembelian elektronik,” kata dia.

Untuk mendapat kredit, calon nasabah BRI Hong Kong mesti memiliki tabungan yang ada di BRI Indonesia. Itu sebagai jaminan.

Wisnu Pratama melanjutkan, ekspansinya ke pinjaman mikro ini merupakan mandat penting karena BRI Hong Kong  benar-benar ‘disapih’ dari BRI Pusat, sehingga mesti menggali sumber-sumber pendapatan bisnis baru. “Dan ini tidak gampang,” tuturnya.

Selama ini, BRI Hong Kong banyak melayani remitansi dan fasilitas pembiayaan ekspor-impor. Untuk remitansi, BRI termasuk yang dominan di kawasan ini, selain Malaysia, Arab Saudi, dan Taiwan. Sedangkan untuk fasilitas ekspor-impor, seperti letter of credit (L/C), BRI Hong Kong setidaknya melayani 10 nasabah korporasi besar Indonesia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia