Saham PTBA Berhasil Rebound, Investor Kembali Akumulasi
JAKARTA, Investor.id – Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil ditutup rebound Rp 40 (1,49%) menjadi Rp 2.720 pada penutupan perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/7/2023). Penguatan harga tersebut membalikkan posisi penurunan hingga auto reject bawah (ARB) dalam dua hari berturut-turut pekan lalu.
Penguatan harga saham PTBA tersebut juga didukung peningkatan volume dan nilai transaksi. Hal ini mencerminkan permintaan yang tinggi dari para investor terhadap saham ini setelah mencapai level terendah dalam setahun terakhir.
Berdasarkan data BEI hingga sesi I, volume perdagangan saham PTBA mencapai 94,47 juta saham dengan nilai transaksi Rp 256,79 miliar. Volume ini lebih tinggi, dibandingkan dua hari perdagangan sebelumnya, ketika terjadi tekanan jual pasca cum date dividen 23 Juni lalu.
Akumulasi tersebut menggambarkan bahwa saham PTBA sudah cukup murah secara fundamental. Saat ini, PTBA diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) 1,06x dan Price to Earnings Ratio (PER) 6,74x. Sementara itu emiten batu bara lainnya PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dengan PBV 1,08x dan PER 2,4x.
Padahal dibandingkan seluruh emiten batu bara, PTBA menjadi produsen batu bara dengan total dividen dengan dividen yield tahun buku 2022 tertinggi mencapai 29%. Adapun dividen yield ITMG sekitar 17% dan ADRO sekitar 9% pada saat cum date dividen.
Konsensus Harga
Sementara itu, konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 28 analis menghasilkan target harga saham PTBA pada level Rp 3.390 per saham. Sebanyak delapan analis memberikan rekomendasi buy dan 14 analis merekomendasikan hold. Dengan konsensus target harga saham, ada potensi keuntungan 24,63% dari harga saat ini.
Salah satunya adalah Samuel Sekuritas yang merekomendasikan hold saham PTBA dengan target harga Rp 3.500 per saham. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap menyebutkan, industri batubara didukung katalis rencana stimulus ekonomi Tiongkok. Stimulus sudah dimulai dengan memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah dan 7-day repo rate untuk meningkatkan likuiditas sektor keuangan.
Selain itu, dia memperkirakan, adanya potensi kenaikan harga batu bara yang substansial pada kuartal IV-2023 di saat musim dingin. Datangnya musim dingin diperkirakan mengangkat permintaan komoditas energi, termasuk batubara.
Menurut Juan, Tiongkok menghasilkan lebih banyak listrik pada paruh kedua, dimana 58% sampai 63% dari output listrik tahunannya dalam lima tahun terakhir dihasilkan pada semester kedua.
Usai musim pembayaran dividen, investor kini menunggu kepastian lebih lanjut terkait regulasi badan layanan umum (BLU). Menurut Juan, ketika peraturan BLU mulai berlaku (yang diperkirakan mulai Juli 2023), PTBA dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan diuntungkan.
"Menurut riset kami, peraturan BLU akan mulai diterapkan pada Juli 2023. Ketika peraturan BLU mulai berlaku, kami percaya bahwa PTBA dan BUMI akan diuntungkan, karena keduanya memiliki eksposur ke pasar domestik yang lebih besar, sedangkan ADRO dan ITMG mungkin akan terkena sedikit dampak negatif," ujarnya,
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





