Jumat, 15 Mei 2026

Bidik Dana Rp 358 Miliar, Akseleran Tawarkan Saham Kisaran Rp 100-120

Penulis : Zsazya Senorita
3 Jul 2023 | 14:46 WIB
BAGIKAN
Akseleran menawarkan 2,98 miliar saham dalam  penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham ini. Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 29% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah IPO.
Akseleran menawarkan 2,98 miliar saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham ini. Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 29% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah IPO.

JAKARTA, Investor.id –  PT Akselerasi Usaha Indonesia atau Akseleran berencana menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham dengan target dana Rp 358 miliar. Calon emiten dengan kode saham AKSL ini berpotensi menjadi grup usaha dengan platform marketplace lending pertama di Indonesia.

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan  mengatakan, perseroan menawarkan 2,98 miliar saham dalam  IPO ini. Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 29% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah IPO. 

Dia menyampaikan, harga saham yang ditawarkan AKSL berada dalam rentang Rp 100-120 per saham, sehingga total dana yang berpotensi diraup  Rp 358 miliar. 

ADVERTISEMENT

“Ini merupakan momen membanggakan dalam sejarah perusahaan. Group Akseleran telah melakukan usaha pendanaan digital sejak Oktober 2017 melalui platform marketplace lending. Di tahun keenam kami beroperasional di Indonesia, Group Akseleran memasuki tahap akhir untuk menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di BEI,” kata Ivan dalam Public Expose (PubEx) di Jakarta, Senin (3/7/2023).

Akselerasi juga telah menetapkan periode bookbuilding  saham mulai Senin (3/7/2023) hingga Selasa (18/7/2023) dengan rencana masa penawaran umum pada 1-7 Agustus 2023. Sedangkan listing perdana saham AKSL di BEI pada 9 Agustus 2023.

Ivan menyebutkan, AKSL akan menggunakan dana hasil IPO-nya untuk ekspansi, antara lain sekitar Rp 36,5 miliar untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan multifinance PT Pratama Interdana Finance (PIF). Kemudian sekitar Rp 200 miliar di antaranya akan disalurkan untuk penyetoran tambahan modal kepada PIF dalam bentuk ekuitas. Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja.

"Dengan hadirnya lini bisnis multifinance maka grup usaha kami akan dapat menyalurkan pinjaman dengan jumlah ticket size pinjaman per penerima pinjaman yang lebih besar, serta melayani segmen yang lebih luas,” tambah Ivan.

Menurut dia, IPO ini akan menjadi game changer untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman serta kinerja keuangan ke depannya. Sampai akhir 2022, perseroan telah menyalurkan lebih dari Rp 6,5 triliun pinjaman ke ribuan pelaku usaha dengan dukungan lebih dari 200.000 pemberi pinjaman retail dan berbagai pemberi pinjaman institusional.

Pemberi pinjaman institusional, termasuk berbagai bank seperti BCA, BRI, OCBC, Mandiri, Jtrust, dan lembaga keuangan lainnya. Tercatat dari 2018-2022 penyaluran pinjaman Akseleran rata-rata tumbuh 96% per tahun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia