Jumat, 15 Mei 2026

Bos Akseleran (AKSL) Buka-bukaan soal IPO dan Target Laba Perusahaan

Penulis : Zsazya Senorita
3 Jul 2023 | 15:42 WIB
BAGIKAN
Public expose Akseleran. (B-Universe: Zsazya Senorita)
Public expose Akseleran. (B-Universe: Zsazya Senorita)

JAKARTA, investor.id - PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) atau Akseleran Group menargetkan kenaikan penyaluran kredit setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyebutkan, AKSL akan menggunakan dana hasil IPO sekitar Rp 358 miliar untuk ekspansi. Antara lain sekitar Rp 36,5 miliar untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan multifinance PT Pratama Interdana Finance (PIF).

Kemudian sekitar Rp 200 miliar di antaranya akan disalurkan untuk penyetoran tambahan modal kepada PIF dalam bentuk ekuitas. Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja.

ADVERTISEMENT

"Dengan hadirnya lini bisnis multifinance maka grup usaha kami akan dapat menyalurkan pinjaman dengan jumlah ticket size pinjaman per penerima pinjaman yang lebih besar, serta melayani segmen yang lebih luas,” tambah Ivan.

Menurut dia, IPO ini akan menjadi game changer untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman serta kinerja keuangan ke depannya. Sampai akhir 2022, perseroan telah menyalurkan lebih dari Rp 6,5 triliun pinjaman ke ribuan pelaku usaha dengan dukungan lebih dari 200.000 pemberi pinjaman retail dan berbagai pemberi pinjaman institusional.

Pemberi pinjaman institusional termasuk berbagai bank seperti BCA, BRI, OCBC, Mandiri, Jtrust, dan lembaga keuangan lainnya. Tercatat dari 2018-2022 penyaluran pinjaman Akseleran rata-rata tumbuh 96% per tahun.

“Dengan dukungan hadirnya lini bisnis multifinance, kami menargetkan untuk bisa terus menumbuhkan penyaluran pinjaman lebih dari 2x per tahun dalam tiga tahun ke depan,” terang Ivan.

Target Laba

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia