Bos Akseleran (AKSL) Buka-bukaan soal IPO dan Target Laba Perusahaan
JAKARTA, investor.id - PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) atau Akseleran Group menargetkan kenaikan penyaluran kredit setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyebutkan, AKSL akan menggunakan dana hasil IPO sekitar Rp 358 miliar untuk ekspansi. Antara lain sekitar Rp 36,5 miliar untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan multifinance PT Pratama Interdana Finance (PIF).
Kemudian sekitar Rp 200 miliar di antaranya akan disalurkan untuk penyetoran tambahan modal kepada PIF dalam bentuk ekuitas. Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja.
"Dengan hadirnya lini bisnis multifinance maka grup usaha kami akan dapat menyalurkan pinjaman dengan jumlah ticket size pinjaman per penerima pinjaman yang lebih besar, serta melayani segmen yang lebih luas,” tambah Ivan.
Menurut dia, IPO ini akan menjadi game changer untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman serta kinerja keuangan ke depannya. Sampai akhir 2022, perseroan telah menyalurkan lebih dari Rp 6,5 triliun pinjaman ke ribuan pelaku usaha dengan dukungan lebih dari 200.000 pemberi pinjaman retail dan berbagai pemberi pinjaman institusional.
Pemberi pinjaman institusional termasuk berbagai bank seperti BCA, BRI, OCBC, Mandiri, Jtrust, dan lembaga keuangan lainnya. Tercatat dari 2018-2022 penyaluran pinjaman Akseleran rata-rata tumbuh 96% per tahun.
“Dengan dukungan hadirnya lini bisnis multifinance, kami menargetkan untuk bisa terus menumbuhkan penyaluran pinjaman lebih dari 2x per tahun dalam tiga tahun ke depan,” terang Ivan.
Target Laba
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





