Jumat, 15 Mei 2026

Operasikan Unit ASP Baru, Kapasitas Produksi Surya Biru (SBMA)  Melesat hingga Lima Kali Lipat

Penulis : Muawwan Daelami
3 Jul 2023 | 17:37 WIB
BAGIKAN
Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) meningkatkan kapasitas produksi gas miliknya hingga lima kali lipat dengan mengoperasikan penambahan unit air separation plant (ASP) di pabrik yang berlokasi di Balikpapan.
Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) meningkatkan kapasitas produksi gas miliknya hingga lima kali lipat dengan mengoperasikan penambahan unit air separation plant (ASP) di pabrik yang berlokasi di Balikpapan.

BALIKPAPAN, Investor.id – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) meningkatkan kapasitas produksi gas miliknya hingga lima kali lipat dengan mengoperasikan penambahan unit air separation plant (ASP) di pabrik yang berlokasi di Balikpapan.

Pembangunan pabrik yang persisnya berada di Jalan Mulawarman itu menyedot anggaran sebesar Rp 39 miliar, di mana sebesar Rp 18 miliar berasal dari dana IPO.

Direktur Operasional SBMA Iwan Sanyoto menyampaikan, melalui penambahan alat baru di pabrik tersebut, perseroan menargetkan produksi oksigen dan nitrogen meningkat sampai lima kali lipat setelah ASP resmi komersil pada 7 Juni lalu.

Selain itu, emiten produsen gas industri ini juga menginginkan, beroperasinya penambahan unit di pabrik Balikpapan ini dapat berkontribusi meningkatkan kapasitas hingga 50 ton per hari atau sebanding kali lipat dari produksi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Tercatat, sampai saat ini, perseroan telah menghasilkan asetilin, argon, CO2, nitrogen, dan oksigen di mana nitrogen dan oksigen sebagai tambahan terbaru. Dengan begitu, emiten berkode saham SBMA ini bakal fokus meningkatkan produksi nitrogen dan oksigen seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

"Karena semakin banyak potensi pasar, kami melihat permintaan terhadap produk nitrogen dan oksigen kami pun berpotensi meningkat," kata Iwan dalam keterangan resmi, Senin (3/7).

Karena itu, dirinya meyakini, strategi perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi merupakan faktor-faktor penting dalam memenuhi permintaan tersebut. 

Untuk itu, keberhasilan perseroan dalam meresmikan sekaligus mengoperasikan secara komersil ASP di pabrik Balikpapan diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertambah.

Sekaligus, diharapkan mampu mengantisipasi membludaknya permintaan dari berbagai sektor industri seperti pertambangan, petrokimia, serta minyak dan gas yang sering membutuhkan oksigen dan asetilen. 

"Yang paling menggembirakan bagi para investor adalah pabrik ini beroperasi dengan efisiensi sekitar 60% lebih tinggi daripada pabrik sebelumnya, sehingga memberikan margin keuntungan (yang besar) bagi kami," ungkap Iwan.

Maka dari itu, SBMA akan fokus pada pabrik yang memproduksi nitrogen dan oksigen sebagai mesin penjualan perseroan di tahun ini dan tahun depan.
"Kami optimistis karena pasar masih memiliki potensi yang besar. Belum lagi, potensi pasar di IKN yang akan turut menyumbang pendapatan bagi perusahaan," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, maka SBMA akan ekspansif ke Ibu IKN dengan perseroan menyediakan produk gas, sekaligus sebagai salah satu pemasok utama bagi proyek konstruksi di kilang Pertamina. 

“Jadi, IKN jelas karena kebutuhan gas di sana tinggi dan kita menjadi salah satu pemasok utama untuk project di kilang. Nantinya, produk nitrogen dimanfaatkan untuk purging (cuci) pipa sebelum diisi minyak. Karena minyak kan mudah terbakar, jadi harus dibersihkan dulu. Itu kita bisa menyiapkan produknya,” tutup Iwan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia