Emiten Pilihan Lo Kheng Hong Ini Mau Bagi-bagi Duit, 5 Juli Penentuan
JAKARTA, investor.id - Emiten pilihan Lo Kheng Hong, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) akan membagikan dividen tunai senilai total Rp 398,45 miliar atau Rp 100 per saham. Keputusannya diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada 22 Juni 2023.
Adapun pada 5 Juli ini menjadi tanggal cum dividen CFIN di pasar reguler dan negosiasi. Sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah pada 6 Juli.
Cum dividen merupakan tanggal terakhir investor dapat membeli saham tertentu untuk mencatatkan diri sebagai investor yang berhak menerima dividen dari emiten tersebut. Sedangkan ex dividen adalah tanggal di mana investor sudah tidak mendapatkan hak dividen dari suatu saham yang dibelinya.
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai di 7 Juli, lalu tanggal pembayaran dividen pada 25 Juli.
Pada perdagangan Selasa (4/7/2023), saham CFIN ditutup di Rp 585 atau turun 2,50%. Akan tetapi, dalam 3 bulan, saham ini melambung 67,14%.
Di sisi lain, salah satu pemegang saham Clipan Finance (CFIN) adalah investor kawakan Lo Kheng Hong.
Namun, Pak Lo – sapaan akrabnya – mengakui bahwa dirinya telah menjual sekitar 4 juta saham CFIN. Sebelum aksi jualnya itu, Pak Lo menggenggam 203.944.700 saham atau 5,12%.
Dia pun sudah mengungkapkan alasan mengapa menjual saham CFIN.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara di acara Exclusive Talkshow Warren Buffett Wisdom by Lo Kheng Hong yang disiarkan secara langsung di Youtube Intiland Development pada Jumat (23/6/2023) malam. Founder Hungrystock Lukas Setia Atmaja menjadi moderatornya.
Dalam kesempatan itu, Pak Lo juga sempat menegaskan dirinya hanya menjual sedikit saham CFIN dan tetap bakal kebagian dividen.
“Kenapa saya jual saham Clipan Finance? Saya punya 200 juta saham lebih, jualnya cuman 4 juta saham saja, gak banyak,” buka investor berusia 64 tahun.
Pak Lo menyatakan, dirinya membeli saham CFIN waktu harganya di kisaran Rp 200. Dan akhir-akhir ini harganya berada di sekitar level Rp 500.
“Saya beli saham itu kan Rp 200, naik ke Rp 500 lebih. Jual sedikitlah,” paparnya.
Pak Lo mengungkapkan, alasan dirinya tergoda menjual CFIN padahal harganya masih di bawah harga wajar karena ada seseorang yang mengatakan kepadanya terkait saham Grup Panin.
“Ada orang yang bilang ke saya. Ada yang bilang ya ke saya karena saya kan punya sahamnya. Grup Panin itu gak bakalan kasih kamu cuan. Kata dia saham Panin gak bakalan kasih kamu cuan, susah naiknya,” ucap Lo Kheng Hong.
“Bener bertahun-tahun gak naik. Jadi saya pikir saya beli Rp 200 terus naik Rp 500, lumayan juga nih Grup Panin untung 150 persen, ah jual ah sedikit,” lanjutnya.
Per 19 Juni, Pak Lo tercatat masih memiliki 199.332.800 saham atau 5%. Namun, di data 20 Juni yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor 64 tahun itu sudah tak tercatat sebagai pemegang saham CFIN dengan porsi 5% atau lebih.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






