Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Seiring Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS Juli

Penulis : Grace El Dora
5 Jul 2023 | 12:12 WIB
BAGIKAN
Uang rupiah tahun edisi 2022. (ist)
Uang rupiah tahun edisi 2022. (ist)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Rabu (5/7) melemah. Pasalnya, ada ekspektasi kenaikan suku bunga kebijakan di Amerika Serikat (AS) pada Juli 2023.

Kurs rupiah pada Rabu pagi dibuka melemah 19 poin atau 0,13% ke posisi Rp 15.014 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.995 per dolar AS.

“Rupiah kemungkinan masih akan cenderung melemah, terkait dengan ekspektasi kenaikan suku bunga AS,” ungkap Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutip ANTARA, Rabu.

ADVERTISEMENT

Pasar menantikan rilis risalah dari pertemuan terbaru bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) untuk petunjuk tentang jalur kebijakan moneter. Risalah dari pertemuan Fed akan dirilis hari ini.

Alat CME FedWatch menunjukkan pasar memperkirakan peluang hampir 87% untuk kenaikan 25 basis poin (bps) dalam pertemuan bank sentral kali ini.

Ekspektasi Federal Reserve mungkin memiliki dua kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini akan terus mendorong dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah, sehingga memberi tekanan terhadap emas, menurut analis pasar.

Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dalam pertemuan Juni, tetapi mengisyaratkan biaya pinjaman mungkin masih perlu naik sebanyak setengah poin persentase atau 50 bps hingga akhir tahun.

Data ekonomi sepanjang pekan lalu melukiskan gambaran ekonomi AS yang tangguh, meredakan kekhawatiran resesi tetapi memicu ekspektasi Fed akan tetap pada jalur hawkish.

Maka dari itu, Rully memperkirakan mata uang Garuda sepanjang hari ini akan cenderung melemah dalam rentang Rp 14.955 per dolar AS hingga Rp 15.150 per dolar AS.

Pada Selasa, rupiah ditutup naik 35 poin atau 0,24% ke posisi Rp 14.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.030 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia