Jumat, 15 Mei 2026

Proyek Baru di Batam, Winner Nusantara (WINR) Optimistis Pendapatan Melesat 200%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
6 Jul 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Winner Nusantara Jaya Tbk. Foto: Perseroan
PT Winner Nusantara Jaya Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menargetkan perbaikansignifikan kinerja keuangan di 2023. Dengan menargetkan kenaikan pendapatan usaha hampir 200% dari tahun sebelumnya. Menjadi sekitar Rp 103,24 miliar dari Rp 35,25 miliar yang dibukukan pada  2022. Seiring dengan dimulainya proyek-proyek baru tahap 1 dan proyek existing tahap 2 perseroan di Batam.

Direktur Utama Winner Nusantara Jaya (WINR) Yusmen Liu mengatakan, kenaikan pendapatan usaha tersebut tentunya berpotensi mendorong kenaikan laba komprehensif tahun berjalan perseroan sebanyak sekitar 370% menjadi Rp 22,41 miliar rupiah dari Rp 4,78 miliar yang dicatatkan di 2022.

Untuk itu, lanjutnya, perseroan mengembangkan beberapa proyek baru di Batam antara lain yaitu Winner Kibing Garden,The Apartelle Batam dan The Condovilla Batam. Selain itu, perseroan juga melakukan pembangunan tahap 2 pada properti eksisting seperti Winner Sweet Home, Winner Gosyen Park, Winner Flower House, Winner Green Canyon dan Winner Mangrove Millenium yang juga berlokasi di Batam.

ADVERTISEMENT

"Kami berusaha untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun pemulihan kinerja keuangan perusahaan dengan merampungkan proyek-proyek berkualitas yang dapat mendukung profitabilitas," kata Yusmen, belum lama ini.

Seiring dengan rencana untuk menjadikan 2023 sebagai tahun pemulihan, perseroan juga akan lebih mengintensifkan upaya ekspansi usaha ke pulau Jawa dan Sumatera dengan membidik lokasi-lokasi yang diperkirakan mampu menarik minat konsumen untuk membeli produk properti yang ditawarkan oleh perusahaan.

Yusmen juga menyampaikan optimisme itu sejalan dengan peluang yang tak terbatas yang dalam industri properti ditawarkan oleh Pulau Jawa dan Sumatera. Dengan memanfaatkan pengalaman, reputasi, dan jaringan luas yang telah dibangun di Pulau Batam, perseroan siap menghadapi tantangan baru ini.

Menurutnya, Pulau Jawa dan Sumatera menawarkan beragam peluang bagi perseroan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permintaan properti komersial dan residensial di wilayah ini telah mengalami peningkatan yang signifikan. Perseroan akan fokus pada pengembangan proyek properti yang inovatif dan berkelanjutan, dengan mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama.

Yusmen menegasan, perluasan ini juga akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Perseroan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, dan mitra bisnis, guna menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi regional.

Kedepanya, perseroan berencana untuk meluncurkan sejumlah proyek yang menarik di Pulau Jawa dan Sumatera. Proyek-proyek ini mencakup properti residensial, komersial, dan industri, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam pelanggan. “Perseroan meyakini bahwa inovasi, kualitas, dan layanan pelanggan yang unggul akan menjadi pilar keberhasilan mereka dalam memasuki pasar baru ini,” pungkas dia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia