Jumat, 15 Mei 2026

Cek Potensi Gain Besar di Saham TSPC

Penulis : Harso Kurniawan
6 Jul 2023 | 16:17 WIB
BAGIKAN
Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dinilai masih jauh di bawah harga wajar, kendati harganya naik tajam dalam beberapa hari terakhir. Artinya, potensi gain saham perusahaan farmasi ini masih besar.

Berdasarkan catatan Phintraco Sekuritas, dikutip Kamis (6/7/2023), dengan menggunakan metode relative valuation, yakni pendekatan PBV dan EV/EBITDA, harga wajar TSPC berkisar Rp 2.438-2.665. Hari ini, saham TSPC ditutup di level Rp 1.925, sehingga potensi gain saham ini 26-38%.

Phintraco mencatat, PBV saham TSPC mencapai 1,13 kali, sedangkan EV/EBITDA hanya 7,39 kali. Ini di bawah para pemain farmasi lain di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

Sebagai komparasi, PBV DVLA mencapai 1,54 kali, INAF 83 kali, KLBF 4,4 kali, SIDO 6,93, dan SOHO 2,54 kali. Sementara itu, EV EBITDA DVLA mencapai 6,5 kali, INAF 10,85 kali, KLBF 19,58 kali, SIDO 13,89 kali, dan SOHO 19,7 kali.

Sebelumnya, Bogamulia Nagadi, pengendali TSPC membeli 1,57 juta saham perusahaan itu. Alhasil, kepemilikan saham Bogamulia di TSPC naik menjadi 24,32% dari 24,28%.

Adapun Tempo Scan juga membagikan dividen tunai tahun buku 2022 Rp 450,98 miliar atau Rp 100 per saham. Tahun lalu, laba bersih perusahaan farmasi ini mencapai Rp 1 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 6,54 triliun serta total ekuitas senilai Rp 7,55 triliun. Pembayaran dividen TSPC dilakukan pada 28 Juni 2023.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia