CFIN Andalan Lo Kheng Hong Makin Diminati, Jumlah Pemegang Sahamnya Membeludak
JAKARTA, investor.id - Emiten andalan Lo Kheng Hong, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham per 30 Juni 2023 dalam keterbukaan informasi pada Jumat (7/7/2023).
“Bersama ini kami sampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek/saham yang berakhir pada 30 Juni 2023,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan CFIN Jahja Anwar.
Adapun PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) menggenggam 51,49% saham, BBH Luxembourg 8,23%, dan masyarakat 40,28%.
Jumlah pemegang saham per akhir Juni meningkat 1.580 menjadi 9.363 pemegang saham. Bulan sebelumnya, jumlahnya hanya 7.783 pemegang saham.
Pada perdagangan sesi I tanggal 7 Juli, saham CFIN dibuka di Rp 500. Kemudian bangkit. Di sekitar pukul 11:00 WIB, saham ini berada di level Rp 565 atau melesat 8,65%. Dalam periode year to date (CFIN) terbang 85,86%.
Lo Kheng Hong
Sementara itu, tak ada nama Lo Kheng Hong dalam daftar pemegang saham 5% atau lebih dari CFIN per akhir Juni.
Pak Lo - sapaan akrab Lo Kheng Hong - sempat mengakui bahwa dirinya telah menjual sekitar 4 juta saham CFIN. Sebelum aksi jualnya itu, dia menggenggam 203.944.700 saham atau 5,12%.
Namun, Pak Lo menegaskan hanya menjual sedikit saham CFIN, sebagaimana diungkapkannya dalam acara Exclusive Talkshow Warren Buffett Wisdom by Lo Kheng Hong yang disiarkan secara langsung di Youtube Intiland Development pada Jumat (23/6/2023) malam.
Dia pun sudah mengungkapkan alasan di balik dirinya menjual saham CFIN ketika ditanya salah satu hadirin dalam kesempatan tersebut.
“Kenapa saya jual saham Clipan Finance? Saya punya 200 juta saham lebih, jualnya cuman 4 juta saham saja, gak banyak,” buka investor berusia 64 tahun.
Pak Lo menyatakan, dirinya membeli saham CFIN waktu harganya di kisaran Rp 200. Dan akhir-akhir ini harganya berada di sekitar level Rp 500.
“Saya beli saham itu kan Rp 200, naik ke Rp 500 lebih. Jual sedikitlah,” paparnya.
Pak Lo mengungkapkan, alasan dirinya tergoda menjual CFIN padahal harganya masih di bawah harga wajar karena ada seseorang yang mengatakan kepadanya terkait saham Grup Panin.
“Ada orang yang bilang ke saya. Ada yang bilang ya ke saya karena saya kan punya sahamnya. Grup Panin itu gak bakalan kasih kamu cuan. Kata dia saham Panin gak bakalan kasih kamu cuan, susah naiknya,” ucap Lo Kheng Hong.
“Bener bertahun-tahun gak naik. Jadi saya pikir saya beli Rp 200 terus naik Rp 500, lumayan juga nih Grup Panin untung 150 persen, ah jual ah sedikit,” lanjutnya.
Per 19 Juni, Pak Lo tercatat masih memiliki 199.332.800 saham atau 5%. Namun, di data 20 Juni yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor 64 tahun itu sudah tak tercatat sebagai pemegang saham CFIN dengan porsi 5% atau lebih.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






