Jumat, 15 Mei 2026

Daya Tahan Indofood (INDF-ICBP) Hadapi Dampak El Nino, plus Potensi Cuan Sahamnya

Penulis : Ghafur Fadillah
8 Jul 2023 | 14:34 WIB
BAGIKAN
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). (Foto ilustrasi: Perseroan)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), diyakini mampu menjaga persediaan bahan baku. Sebab harga bahan baku produk Indofood, perusahaan milik Grup Salim, berpotensi naik akibat fenomena El Nino.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rut Yesika Simak mengungkapkan bahwa selama harga komoditas pertanian dan peternakan (soft commodity) tetap stabil atau mengalami sedikit volatilitas di tengah perlambatan ekonomi global, biaya input bagi perusahaan barang konsumsi diperkirakan tetap terkendali. Soft commodity itu antara lain kedelai, kakao, kopi, kapas, gula, beras, dan gandum, serta segala macam hewan ternak.

Indofood, khususnya segmen Bogasari, telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan stok bahan baku selama 3-4 bulan dan berpotensi diperpanjang menjadi enam bulan, sehingga diperkirakan relatif aman selama semester II-2023.

ADVERTISEMENT

Adapun harga soft commodity bisa naik, menurut Rut, jika El Nino tiba lebih awal dan berlangsung lebih lama. “Meskipun kami tidak mengharapkan dampak dari El Nino segera terlihat pada paruh kedua tahun ini, kami percaya bahwa dampaknya akan mulai terlihat pada awal tahun 2024,” tulis Rut Simak dalam riset terbaru.

Sebab itu, dia memprediksi pertumbuhan penjualan barang konsumsi terus berlanjut, yang didukung oleh kondisi ekonomi di Tanah Air yang solid. Laju inflasi terkendali, indeks penjualan riil bertumbuh, dan kepercayaan konsumen tetap dalam tingkat optimistis. "Ditambah, depresiasi dolar AS dan penguatan rupiah dalam beberapa bulan terakhir,” jelas dia. 

Dengan berbagai faktor tersebut, Rut mempertahankan rating OW (overweight) untuk sektor konsumsi, dengan memprioritaskan saham ICBP dan INDF. Dia pun merekomendasikan trading buy untuk saham ICBP dan INDF. Sedangkan rekomendasi untuk saham Unilever Indonesia (UNVR) adalah hold.

Risiko yang dihadapi sektor konsumsi di antaranya kenaikan harga soft commodity yang melebihi perkiraan, pelemahan nilai tukar rupiah, persaingan yang makin ketat, dan penjualan yang lebih rendah dari target.

Target harga saham ICBP dipatok Rp 13.000 dan INDF Rp 8.300. Sedangkan UNVR Rp 4.500. Itu berarti, jika mengacu pada harga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (7/7/2023), potensi cuan ICBP sebesar 15,3% dan INDF 14%. Sementara itu, UNVR menipis 6,1%.

INDF dan ICBP akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022. INDF bakal menebar total dividen Rp 2,25 triliun atau Rp 257 per saham. ICBP bakal menggelontorkan total dividen Rp 2,19 triliun atau Rp 188 per saham.

Adapun tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dua emiten tersebut pada 6 Juli. Selanjutnya, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi juga bersamaan pada 7 Juli.

Kemudian, tanggal untuk daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai INDF dan ICBP pada 10 Juli pukul 16:00 WIB. Pembayaran dividen ICBP pada 25 Juli, sedangkan INDF pada 26 Juli.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia