Jumat, 15 Mei 2026

Harga SUN Bakal Menguat

Penulis : Zsazya Senorita
10 Jul 2023 | 05:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Harga SUN (B Universe Photo/David Gita Roza)
Ilustrasi Harga SUN (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) diprediksi menguat sampai akhir tahun atau sepanjang semester II-2023. Soalnya, suplai SUN yang diterbitkan pemerintah akan semakin sedikit dibandingkan semester I, sehingga imbal hasil (yield) bakal turun.

“Pasar SUN Indonesia cenderung menguat walau pekan lalu sedikit melemah. Pelemahannya lebih karena profit taking. Yield  pekan ini masih bergerak pada rentang  6,2-6,3%,” kata Head of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ramdhan, pergerakan yield 10 tahun masih cukup sempit, walau kondisi global belum terlalu baik karena The Fed masih merencanakan dua kali kenaikan FFR. 

ADVERTISEMENT

Pekan lalu, yield 10 tahun sempat di bawah 6,2%. Namun likuiditas perbankan di Indonesia dipastikan masih kuat dan memilih SUN untuk portofolio mereka. Dana pihak ketiga (DPK) di perbankan pun masih cukup besar dan masih antre untuk masuk ke obligasi.

“Jadi, walau asing belum banyak tertarik masuk pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia, investor domestik masih kuat, terutama perbankan,” tandas dia.

Ramdhan menjelaskan, investor asing belum masuk ke pasar SUN karena kondisi ekonomi global belum stabil. Mereka masih membandingkan SUN dengan US Treasury Bond. 

Ramdhan menampik anggapan bahwa SUN tidak menarik bagi asing. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, kepemilikan asing di SUN per 6 juli 2023 hanya 15,38% atau Rp 842,74 triliun.

Mayoritas SUN dikuasai pemodal domestik, yakni perbankan 29,53% (Rp 1.708,87 triliun), BI 17,29% (Rp 947,73 triliun), dan nonbank sekitar 32,17%. Padahal, sebelum pandemi, kepemilikan asing di pasar SBN mencapai 40%.

“Tingkat risiko meningkat saat pandemi, makanya asing pindah ke US Treasury. Namun karena likuiditas dalam negeri baik, terutama perbankan, akhirnya pasar SBN terselamatkan dengan yield yang bahkan lebih kecil dari sebelum pandemi,” papar Ramdhan.

Dia meyakini, harga SUN akan menguat sampai akhir tahun dengan yield semakin mengecil. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah membatasi penerbitan SUN saat ini, sehingga suplai mulai terbatas.

Ramdhan memprediksi pemodal domestik masih mendominasi pasar SBN sampai akhir 2023, dengan yield 10 tahun mengarah ke level 6%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia