Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Menguat pada Pekan Lalu, Bagaimana Sepekan Ini?

Penulis : Indah Handayani
10 Jul 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Harga Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada pekan lalu. Lalu, bagaimana prediksi harga CPO sepekan ini? 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 30 Juni – 7 Juli 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2023 menguat 6 Ringgit Malaysia (0,16%) menjadi 3.757 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk Agustus 2023 terkerek 20 Ringgit Malaysia (0,52%) menjadi 3.814 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 bertambah 45 Ringgit Malaysia (1,17%%) menjadi 3.789 Ringgit Malaysia per ton. Pada Oktober 2023 meningkat 64 Ringgit Malaysia (1,66%%) menjadi 3.849 Ringgit Malaysia per ton. 

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 naik 69 Ringgit Malaysia (1,79%) menjadi 3.860 per ton. Serta, Desember 2023 melesat 76 Ringgit Malaysia (1,96%) menjadi 3.874 Ringgit Malaysia per ton

Research and Development ICDX Girta Yoga Untuk pergerakan harga CPO akhir pekan ini akan dipengaruhi oleh aksi tunggu menjelang dirilisnya sejumlah indikator di awal pekan ini. Indikator yang dipantau antara lain sentimen menjelang rilisnya data ekspor CPO Malaysia periode 1 - 10 Juli, perubahan kebijakan di Indonesia khususnya terkait ekspor CPO, gangguan cuaca di negara produsen utama yang dipicu oleh El Nino, serta situasi di pasar minyak nabati

“Ditambah lagi, situasi di negara konsumen utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa),” ungkapnya, belum lama ini.

Menurut Yoga, mengutip dari data ekspor CPO Malaysia yang terakhir di-update oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC), sepanjang lima bulan pertama 2023 ekspor CPO Malaysia ke India turun sebesar 20,26%, sementara ekspor dari Malaysia ke Tiongkok naik sebesar 8,63%.

Yoga menjelaskan, harga CPO sepanjang semester-I 2023, harga CPO terpantau bergerak melemah atau turun sebesar hampir 12 % jika dibandingkan antara harga CPO di awal tahun dengan harga penutupan di bulan Juni. Untuk prospek harga CPO semester II-2023 berpotensi menguat.

Hal itu, lanjut dia, didukung oleh katalis utama seperti gangguan cuaca akibat El Nino yang berpotensi mengancam pasokan, tidak hanya pasokan CPO namun juga minyak nabati global. Selain itu, isyarat Rusia untuk tidak melanjutkan kesepakatan ekspor via Laut Hitam berpotensi mendorong kenaikan harga minyak nabati. "Secara tidak langsung juga dapat memicu kenaikan untuk harga CPO,” jelas Yoga.

Namun, lanjut Yoga, penguatan harga CPO akan sedikit terhalang dengan harapan pemulihan ekonomi di global makin menipis. Hal ini karena mayoritas permintaan CPO diperuntukkan untuk industri makanan, kimia serta bahan bakar biodiesel. Ketiga sektor tersebut sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, saat ekonomi melesu maka permintaan pun akan ikut berkurang.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia