Jumat, 15 Mei 2026

Pergerakan Rupiah Disebut Masih Dibayangi Sentimen The Fed

Penulis : Grace El Dora
10 Jul 2023 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)

JAKARTA, investor.id - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menyatakan pergerakan rupiah di pasar keuangan pagi ini masih dibayangi oleh sentimen The Federal Reserve (The Fed).

"Peluang hari ini, ada potensi pelemahan ke arah Rp 15.150, sementara potensi penguatan ke arah Rp 15.100," kata Aris dikutip Antara, Senin (10/7).

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 0,05% atau tujuh poin menjadi Rp 15.150 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.143 per dolar Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan survei CME FedWatch tool, lanjut Ariston, probabilitas kenaikan suku bunga acuan AS pada Juli 2023 sangat tinggi sekitar 92%, lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang di kisaran 86%.

"Kelihatannya pasar sudah sangat yakin terhadap kenaikan suku bunga acuan Fed di bulan ini," ujar dia. Menurut Ariston, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sangat tinggi dipengaruhi dua faktor.

Pertama dari pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengatakan kenaikan suku bunga acuan masih mungkin dua kali lagi tahun ini, karena tingkat inflasi masih tinggi belum turun ke target 2%.

Kedua berasal dari sebagian data ekonomi AS yang dirilis masih mendukung kenaikan suku bunga acuan AS, dalam artian masih berpotensi mendorong kenaikan inflasi di AS sehingga ini masih memerlukan kebijakan suku bunga tinggi.

"Data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini hasilnya beragam, ada yang mendukung peluang kenaikan suku bunga acuan selanjutnya dan ada yang menurunkan kemungkinan tersebut," ucapnya.

Pada Jumat (7/7), data tenaga kerja AS yang dirilis juga memiliki hasil beragam. Untuk Data Non Farm Payrolls (NFP) dirilis lebih rendah dari perkiraan, tapi data tingkat pengangguran dan data penghasilan rata-rata per jam dirilis lebih bagus dari perkiraan.

Jika berpegang pada pernyataan gubernur bank sentral AS bahwa suku bunga belum akan dipangkas dan malah ada potensi kenaikan dua kali tahun ini, kata dia, dolar AS masih berpeluang menguat terhadap nilai tukar lainnya ke depan.

Namun demikian, sentimen pasar disebut seringkali berubah dengan perkembangan data dan kondisi ekonomi terbaru. Artinya, dapat dikatakan dinamika pergerakan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya di pasar masih tinggi, seputar sentimen The Fed.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 53 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia