Mirae Revisi Target IHSG Jadi 7.600 di Akhir 2023, Delapan Saham Jadi Pilihan Utama
Faktor dimaksud, antara lain nilai investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang tinggi, makroekonomi terutama neraca berjalan dan cadangan devisa valas, potensi kenaikan tingkat produktivitas masyarakat, potensi kenaikan harga komoditas pertanian (soft commodities), dan valuasi IHSG yang relatif murah.
FDI, lanjut Martha, meroket setelah adanya larangan ekspor nikel. Untuk produktivitas masyarakat, dia mengatakan faktor yang memengaruhi adalah lebih sedikitnya hari libur yang dapat meningkatkan produktivitas minimal sebesar 10%. Di sisi komoditas, harga soft commodities salah satunya CPO diprediksi akan naik jika El Nino (kemarau) datang lebih awal dari prediksi.
Untuk IHSG, dia mengatakan valuasi IHSG masih berada pada 13,6 kali dari nilai rasio harga saham per laba berdasarkan prediksi setahun penuh 2023 (P/E ratio). Angka itu masih lebih murah dibanding indeks saham utama negeri tetangga seperti FTSE Bursa Malaysia dan SET Thailand yaitu 13,4 kali dan 16,3 kali.
Terkait optimisme tersebut, Martha menyebut Mirae memilih delapan saham yang menjadi pilihan utama di semester II-2023. “Kedelapan saham tersebut adalah AKRA, ASII, CPIN, ERAA, EXCL, MPMX, PRDA, dan TLKM,” ujar Martha.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






