PTPP Bakal Terima Duit Rp 243 Miliar Usai Garap Proyek Pengendalian Banjir
JAKARTA, Investor.id – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) bakal menerima dana senilai Rp 243 miliar dari pembayaran proyek pengendali banjir di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo.
Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menjelaskan, perseroan mengerjakan proyek daerah aliran sungai (DAS) Serang dengan proyeksi kontribusi kepada pendapatan sebesar Rp 243 miliar.
“Sampai akhir Juni lalu progres pekerjaan telah mencapai 86,33% dan ditargetkan tuntas pada akhir 2023,” ujar Bakhtiyar kepada Investor Daily, Senin (10/7).
Selain proyek di Yogyakarta, Bakhtiyar mengatakan, perseroan akan menyelesaikan berbagai proyek lain pada akhir 2023, sehingga realisasinya akan turut menambah kontribusi pada pendapatan emiten bersandi PTPP ini
Adapun proyek-proyek yang berasal dari berbagai sektor ini di antaranya proyek KCC Glass Kit Batang dan Gedung IT Bank Mandiri. Kemudian, proyek Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP), lalu Bendungan Leuwikeris, Makassar New Port Tahap IB dan Tahap IC.
“Di luar itu, kami juga menggarap proyek di sektor EPC yaitu Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap I (Ruas Semarang-Batang),” ucapnya.
Sebelumnya, emiten konstruksi pelat merah yang lain, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yang juga terlibat dalam proyek pengendalian banjir kawasan Bandara Internasional Yogyakarta.
WIKA mengantongi pembayaran sebesar Rp 262,8 miliar dari proyek pengaman muara sungai Bogowonto di Kulon Progo, Yogyakarta.
Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menyampaikan, perseroan mengerjakan proyek tersebut bersama PT Aneka Dharma Persada dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO). "Nilai kontrak porsi WIKA adalah sebesar Rp 262,8 miliar," sebut Mahendra.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






