Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Lapkeu Kuartal II, Profitabilitas GOTO Diprediksi Terus Membaik

Penulis : Parluhutan Situmorang
12 Jul 2023 | 13:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, Investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan mencetak perbaikan tingkat keuntungan (profitabilitas) pada kinerja kuartal II-2023. Begitu juga dengan EBITDA disesuaikan positif diprediksi tercapai sesuai target akhir tahun ini.

Analis CIMB Sekuritas Indonesia Nathania Givanna Adjie dan Ryan Winipta mengatakan, rugi EBITDA disesuaikan GOTO diprediksi turun tajam menjadi Rp1,10 triliun pada kuartal II-2023, dibandingkan kuartal I-2023 senilai Rp 1,59 triliun.

Penurunan rugi EBITDA tersebut terlihat dari beberapa insiatif yang diambil manajemen GOTO dengan fokus mengejar profitabilitas. Di antaranya, perseroan telah berhasil menaikkan jasa per transaksi dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000-3.000 terhitung sejak Mei 2023.

ADVERTISEMENT

Begitu juga dengan komisi segmen business to consumer (B2C) sekitar 50-100 bps. Perseroan juga diprediksi bisa menekan biaya promosi ke pelanggan turun dari Rp 2,64 triliun pada kuartal I-2023 menjadi Rp 2,39 triliun pada kuartal II-2023. 

Perbaikan EBITDA disesuaikan juga didukung atas keberhasilan GOTO memotong sejumlah biaya, seperti biaya marketing, dan biaya-biaya lainnya. Semuanya diprediksi tercermin dalam laporan keuangan kuartal II-2023.

“Dengan demikian perseroan diprediksi sukses memangkas rugi EBITDA senilai Rp 500 miliar pada kuartal II-2023. Asumsi penurunan rugi EBITDA berlanjut, GOTO diprediksi mulai mencatatkan EBITDA disesuaikan positif pada kuartal IV-2023,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta.

Terkait penjualan kotor di tengah fokus profitabilitas, dia mengatakan, diprediksi tidak terpengaruh besar. Pendapatan bruto disinyalir hanya turun tipis menjadi Rp 5,80 triliun pada kuartal II-2023, dibandingkan realisasi pada kuartal I-2023 senilai Rp 5,98 triliun. Sebaliknya pendapatan bersih diestimasi naik dari Rp 3,38 triliun pada kuartal I-2023 menjadi Rp 3,40 triliun pada kuartal II-2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia