Jumat, 15 Mei 2026

Banyak BUMN Sukses setelah Gelar IPO, Ini Alasannya

Penulis : Harso Kurniawan
13 Jul 2023 | 17:40 WIB
BAGIKAN
Bank Mandiri, salah satu BUMN yang berkibar setelah menggelar IPO saham. (ist)
Bank Mandiri, salah satu BUMN yang berkibar setelah menggelar IPO saham. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, banyak BUMN sukses besar, setelah menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.  

Reza mengatakan hal itu, seiring rencana beberapa BUMN dan anak BUMN yang berencana masuk bursa saham, seperti PT Pertamina Hulu Energi.

"Kisah membaiknya kinerja pascaIPO bisa kita lihat di sejumlah BUMN yang sudah masuk bursa, seperti BUMN perbankan. Sejarah mencatat, nilai mereka saat ini jauh meroket bila dibanding sebelum IPO," papar analis senior CSA Research Institute tersebut, Kamis (13/7/2023).

Reza mencontohkan, kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/BBRI) yang dahulu sangat identik dengan bank masyarakat perdesaan. Namun, saat ini, BRI justru menjadi bank terbesar di Indonesia, dengan total aset mencapai Rp 1.631,18 triliun per 31 Mei 2023.

ADVERTISEMENT

PT Bank Mandiri (BMRI) juga begitu. Per 31 Mei 2023, perseroan memiliki total aset Rp1.519,98 triliun. Padahal, sebelum IPO pada 2003, Bank Mandiri yang merupakan merger empat bank, Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Dagang Negara dan Bank Pembangunan Indonesia, tercatat masih memiliki utang hingga Rp 68 triliun. Selain itu, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI).

Di luar perbankan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) yang baru IPO Februari 2023, juga tak kalah moncer. PGE mampu membalikkan kondisi modal kerja (working capital) dari minus US$ 424.475.

Menurut Reza, upaya PGE dalam mendorong working capital menjadi positif layak diapresiasi lantaran hal tersebut merupakan sinyal awal bahwa kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi sehat dan dikelola dengan cukup bijaksana (prudent). Tantangannya sekarang adalah bagaimana PGE bisa menjaga agar working capital  hingga beberapa waktu ke depan.

Cerita serupa terjadi pada PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), yang semuanya menunjukkan kinerja sangat positif.

Reza menyebut, BUMN bisa sukses setelah IPO, karena mendapatkan pendanaan murah. Dengan suntikan pendanaan baru, perusahaan lebih memiliki peluang untuk mengembangkan potensi bisnis ke depan. Dengan pendanaan yang lebih memadai, segala rencana ekspansi bisnis yang ada dalam peta jalan (roadmap), dapat segera dieksekusi, agar tidak kehilangan momentum.

Selain itu, lanjut Reza, IPO juga menjadikan BUMN sangat transparan. Segala gerak-gerik manajemen, rencana bisnis yang disusun, strategi yang disiapkan hingga penempatan dan penunjukan para pengurus perusahaan, sepenuhnya dapat diawasi publik.

"Bahkan bukan pemegang saham pun, misalnya, baru mau beli sahamnya bisa melihat direktur utamanya siapa, komisarisnya siapa, kenapa mereka dipilih, background-nya apa, kemampuannya apa saja, dan lain-lain, sehingga dia layak menempati posisi itu," tutup Reza.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia