PTBA Bayar Dividen Jumbo, Nama Haiyanto pun Muncul Lagi di DPS Top 20
JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membayarkan dividen tunai dari tahun buku 2022 dengan total Rp 12,6 triliun atau Rp 1.094 per saham pada Jumat, 14 Juli 2023.
Corporate Secretary PTBA Apollonius Andwie menyampaikan, berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022 pada 15 Juni 2023 lalu, dividen PTBA diputuskan mencapai 100% dari laba bersih tahun buku 2022.
“Dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) PTBA pada 27 Juni 2023 atau recording date,” jelas Apollonius dalam keterangan resmi, Jumat (14/7/2023).
Di sisi lain, per 30 Juni, pemegang saham PTBA terdiri dari PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID 65,93%, publik 33,78%, dan saham treasuri 0,29%.
Sementara itu, dalam top 20 daftar pemegang saham (DPS) PTBA per 30 Juni, ada MIND ID di peringkat pertama. Kemudian, muncul Haiyanto ‘investor misterius’ di posisi nomor 2 pemegang saham PTBA terbesar dengan penguasaan 256.441.400 saham atau 2,23%.
Apabila tak ada perubahan, maka Haiyanto berpeluang meraih dividen PTBA supergede mencapai Rp 280,54 miliar. Nama Haiyanto sempat menghilang di daftar 20 besar pemegang saham PTBA per akhir Mei 2023.
Selain itu, terdapat anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yakni PT Pamapersada Nusantara yang menggenggam 45 juta saham PTBA atau 0,39%. Pamapersada berada di peringkat 11 pemegang saham terbesar PTBA. Kemudian, muncul nama investor individu Arya Hidayat Adisena menggenggam 36,5 juta saham PTBA atau 0,32%. Posisinya di nomor 14.
Performa
Sementara itu, Apollonius menambahkan, keputusan pembagian dividen tersebut sehubungan dengan performa positif PTBA di sepanjang 2022 yang tercermin dari sisi operasional dan keuangan.
“Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 12,6 triliun atau 159% daripada tahun sebelumnya senilai Rp 7,9 triliun,” sebutnya,
Menurut Apollonius, kinerja laba PTBA yang mentereng pada 2022 ditopang oleh pendapatan perseroan yang terbang sebesar 146% menjadi Rp 42,6 triliun dibandingkan laba bersih 2021 sebesar Rp 29,3 triliun.
Walhasil, per 31 Desember 2022, total aset perusahaan pun melonjak 126% menjadi Rp 45,4 triliun, daripada posisi aset 2021 sebesar Rp 36,1 triliun.
Belum lagi, kinerja apik yang ditunjukkan perseroan dari segmen produksi batu bara. Sepanjang 2022, emiten tambang pelat merah itu berhasil mencatatkan produksi batu bara tumbuh sebesar 24% dari semula 30 juta ton pada 2021 menjadi 37,1 juta ton pada 2022.
Ditambah, penjualan batu bara PTBA juga melonjak sebesar 12% pada 2022 menjadi 31,7 juta ton, dibandingkan penjualan batu bara pada 2021 sebesar 28,4 juta ton.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





