Jumat, 15 Mei 2026

Dolar Rebound Dipicu Kuatnya Penjualan Ritel AS

Penulis : Indah Handayani
19 Jul 2023 | 08:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi dolar AS (FOTO: REUTERS/DADO RUVIC)
ilustrasi dolar AS (FOTO: REUTERS/DADO RUVIC)

NEW YORK, investor.id - Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari level terendah 15 bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (18/7/2023). Dipicu kuatnya kenaikan penjualan ritel inti AS pada Juni, ketika investor menunggu keputusan suku bunga The Fed pada pekan depan.

Dikutip dari Antara, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,10% menjadi 99,93 pada akhir perdagangan. Dolar melanjutkan upayanya untuk menetap di atas level 100 karena para pedagang bereaksi terhadap laporan penjualan ritel AS.

Biro Sensus AS melaporkan pada Selasa (18/7/2023), bahwa penjualan ritel di AS naik 0,2% pada Juni menjadi US$ 689,5 miliar, Itu adalah kecepatan yang lebih lambat daripada Mei dan April, dan menyamai kenaikan 0,2% harga konsumen bulan lalu, sebuah tanda bahwa pengeluaran orang Amerika terus meningkat tetapi tidak melampaui inflasi.

ADVERTISEMENT

Namun, penjualan inti menunjukkan ketahanan yang lebih besar. Tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan jasa-jasa makanan, penjualan ritel naik 0,6% pada Juni. Data untuk Mei direvisi sedikit naik untuk menunjukkan penjualan ritel inti meningkat 0,3% dari yang dilaporkan sebelumnya 0,2%.

Sementara itu, produksi industri di Amerika Serikat turun 0,5% untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni, publikasi bulanan The Fed mengungkapkan pada Selasa (18/7/2023).

Indeks Pasar Perumahan tumbuh dari 55 pada Juni menjadi 56 pada Juli, menurut National Association of Home Builders.

Pejabat The Fed masih berada di jalur untuk menaikkan suku bunga ke level tertinggi 22 tahun pada pertemuan 25-26 Juli, namun beberapa analis memperingatkan bahwa dolar AS dapat segera menghapus semua kenaikan pasca-pandemi.

"Seperti yang terjadi pada Januari/Februari sebelum krisis Silicon Valley Bank, pasar mengantisipasi puncak suku bunga AS dan tingkat relatif penyempitan lebih lanjut. Jika tidak ada yang terjadi untuk menghilangkan ekspektasi tersebut, saya perkirakan indeks dolar akan bergerak lebih dekat. tetapi tidak sampai ke titik terendah di akhir tahun 2020," kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.

Pada akhir perdagangan New York, Euro turun menjadi US$ 1,122 dari US$ 1,124 pada sesi sebelumnya. Serta Poundsterling Inggris turun menjadi US$ 1,304 dari US$ 1,308 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 138,87 yen Jepang, lebih tinggi dari 138,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,85 Franc Swiss dari 0,86 Franc Swiss, dan turun menjadi 1,317 dolar Kanada dari 1,318 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,21 Krona Swedia dari 10,23 Krona Swedia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia