Berkah Mulia Mandiri (BITU) Mau IPO, Buka Harga Rp 131-140
Pada awal didirikan di tahun 1999, BITU memulai kegiatan usahanya sebagai distributor pelumas industrial dan kapal. Sejalan dengan waktu, tahun 2001, perseroan mulai mengembangkan bisnisnya ke bisnis distribusi drummed bitumen. Sejak tahun 2004 perseroan mulai fokus sebagai distributor bitumen kepada pelanggan sekaligus penyedia jasa yang efisien dan profesional dalam mengelola terminal bitumen.
Kemudian, semenjak tahun 2023, perseroan hanya menjalankan bidang usaha dalam perdagangan bitumen (aspal) dan pengelola terminal bitumen. Hingga saat ini, perseroan telah memiliki lebih dari 200 mitra baik korporasi swasta maupun pemerintah. Perseroan saat ini mengoperasikan 4 terminal bitumen yang tersebar di Indonesia.
Saat ini, perseroan memiliki 2 perusahaan anak dengan kepemilikan langsung, yaitu PT Cosmic Berkah Mulia Mandiri dan PT Aspal Multi Sarana.
Seluruh dana dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar Rp 9,10 miliar akan digunakan untuk belanja modal Berkah Mulia Mandiri yang tergolong dalam capital expenditure (capex) yaitu sebagai pelunasan sebidang tanah. Sisanya akan digunakan untuk keperluan modal kerja yang tergolong dalam operating expenditure (opex), seperti biaya operasional, pembelian bahan baku pendukung, biaya logistik, pembayaran upah, maupun tunjangan tenaga kerja, dan biaya pemasaran produk perseroan.
Sedangkan dana yang diperoleh BITU dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran maka seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan, seperti biaya operasional, pemasaran, dan pembelian prasarana penunjang proyek.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler





