Bank Jago (ARTO) akan Konsisten Tambah Kolaborasi Ekosistem
JAKARTA, Investor.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan konsisten memperbanyak kolaborasi. Strategi ini bagian dari jurus dalam menghadapi ketatnya persaingan di bisnis bank digital.
Perseroan berkeinginan aplikasi Jago tertanam di banyak ekosistem digital. “Sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank) Bank Jago tidak memiliki strategi untuk membesarkan atau membangun sendiri ekosistem digital. Keunikan Bank Jago terletak pada prinsip life-centric yang mampu tertanam dalam ekosistem. Jadi, fokus kami adalah mengintegrasikan aplikasi Jago dalam banyak aplikasi digital,” kata Andy Djiwandono, Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, dalam forum diskusi di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 20 Juli.
Dia menjelaskan, keahlian Bank Jago adalah menyiapkan solusi finansial dalam bentuk produk dan jasa layanan keuangan berbasis aplikasi. Sementara expertise membangun ekosistem dimiliki oleh perusahaan platform digital. Mereka inilah yang punya kemampuan memahami dan melayani para pengguna dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari melalui aplikasi.
“Jadi, kami tidak punya aspirasi menciptakan atau membesarkan ekosistem sendiri. Fokus kami adalah membangun kolaborasi agar aplikasi Jago bisa terintegrasi di banyak aplikasi digital lain,” katanya.
Dalam memperluas kolaborasi, Bank Jago selalu mencermati kebutuhan dan keinginan setiap nasabah dalam kehidupan sehari-harinya. Hasil survei internal selalu menunjukkan, konsumen sering menggunakan aplikasi digital untuk memesan makanan, memesan transportasi, penerbangan, hotel, belanja, hingga melakukan investasi.
“Karena keseharian mereka berada di dalam ekosistem digital, bank perlu hadir di sana sebagai penyedia transaksi keuangan. Maka itu Bank Jago memiliki aspirasi untuk hadir di berbagai aplikasi digital yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-harinya,” katanya.
Hingga ini, aplikasi Jago sudah tertanam dalam ekosistem GoTo, reksadana online Bibit, Sekuritas Stockbit dan BFI Finance. Selain itu, Jago juga menjalin kemitraan dengan banyak partner di fintech lending dan institusi finansial lain.
Kolaborasi ekosistem juga digencarkan bank digital lainnya. Antara lain Seabank dengan platform e-commerce Shopee, Superbank dengan Grab dan Emtek dan Allo bank dengan peritel Transmart serta afiliasinya. Kolaborasi bank digital dengan fintech lending juga dilakukan oleh Neo Commerce dengan Akulaku dan Krom Bank dengan Kredivo.
Kemampuan bank digital terintegrasi dengan ekosistem menjadi faktor kunci karena memungkinkan bank melakukan ekspansi secara cepat dan efisien. Mereka tidak perlu lagi mengikuti peta jalan bank besar di masa lalu, seperti membangun ratusan kantor cabang serta merekrut ribuan karyawan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


