Jumat, 15 Mei 2026

Dua Saham Otomotif Ini Masih Bisa Reli, setelah Kasih Cuan hingga 170%

Penulis : Harso Kurniawan
21 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). (Foto: Istimewa)
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). (Foto: Istimewa)

RHB memberikan rekomendasi overweight saham otomotif. Saham ASII dan anak usahanya, AUTO, mendapatkan rekomendasi buy dengan target harga Rp 7.750 dan Rp 3.160.

Sementara itu, Trimegah Sekuritas menilai, Astra Otoparst atau AOP dan Dharma Polimetal akan diuntungkan dengan potensi Indonesia menjadi hub otomotif dunia. Lonjakan penjualan mobil dan motor domestik, yang dibarengi dengan pertumbuhan ekspor akan menguntungkan pemain komponen seperti Dharma Polimetal dan AOP.

Selain itu, transisi sektor otomotif Indonesia ke era elektrifikasi, termasuk hybrid dan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV), menambah solid prospek pemain suku cadang otomotif. Adapun besarnya populasi kendaraan di Indonesia akan menyuburkan pasar komponen aftermarket dan pengganti (replacement).

ADVERTISEMENT

Trimegah menunjuk saham AUTO sebagai top pick di sektor ini dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 4.350, berdasarkan PER 2024 sebesar 11,9 kali.

“Kami menyukai AUTO karena ada rerating valuasi bisnis perdagangan yang terkait erat dengan segmen aftermarket dan replacement. Kemudian, terjadi ekspansi margin struktural, dipicu otomatisasi dan efisiensi. AUTO juga terkait dengan transisi ke mobil elektrifikasi,” tulis Trimegah.

Trimegah juga bullish ke saham DRMA dan memutuskan meriset saham ini. Rekomendasinya buy dengan target harga Rp 1.750, berdasarkan PER 2024 13,9 kali. Valuasi ini menjustifikasi superioritas margin dan ROE perseroan.

“Kami percaya Dharma Polimetal akan diuntungkan oleh pulihnya pertumbuhan sektor otomotif Indonesia sekaligus prospek solid BEV,” tulis Trimegah.

Broker ini memprediksi pendapatan Dharma Polimetal 2023 dan 2024 naik 54% dan 9,1% menjadi Rp 6 triliun dan Rp 6,6 triliun, dengan laba bersih Rp 541 miliar dan Rp 592 miliar, tumbuh 37% dan 9,5%.

Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) juga merekomendasikan saham ASII dan DRMA untuk dikoleksi. Alasannya, pertumbuhan penjualan otomotif di Indonesia diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, sejalan dengan seiring dengan rilisnya model baru dan GIIAS  2023.

“Kami mempertahankan proyeksi penjualan kendaraan motor dan mobil sepanjang 2023 masing-masing 5,8 juta dan 1 juta unit,” jelas dia dalam risetnya.

SSI merekomendasikan saham DRMA sebagai top pick dengan target harga Rp 1.600. Sementara itu, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menetapkan target harga saham ASII Rp 7.500.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia