Dua Saham Otomotif Ini Masih Bisa Reli, setelah Kasih Cuan hingga 170%
RHB memberikan rekomendasi overweight saham otomotif. Saham ASII dan anak usahanya, AUTO, mendapatkan rekomendasi buy dengan target harga Rp 7.750 dan Rp 3.160.
Sementara itu, Trimegah Sekuritas menilai, Astra Otoparst atau AOP dan Dharma Polimetal akan diuntungkan dengan potensi Indonesia menjadi hub otomotif dunia. Lonjakan penjualan mobil dan motor domestik, yang dibarengi dengan pertumbuhan ekspor akan menguntungkan pemain komponen seperti Dharma Polimetal dan AOP.
Selain itu, transisi sektor otomotif Indonesia ke era elektrifikasi, termasuk hybrid dan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV), menambah solid prospek pemain suku cadang otomotif. Adapun besarnya populasi kendaraan di Indonesia akan menyuburkan pasar komponen aftermarket dan pengganti (replacement).
Trimegah menunjuk saham AUTO sebagai top pick di sektor ini dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 4.350, berdasarkan PER 2024 sebesar 11,9 kali.
“Kami menyukai AUTO karena ada rerating valuasi bisnis perdagangan yang terkait erat dengan segmen aftermarket dan replacement. Kemudian, terjadi ekspansi margin struktural, dipicu otomatisasi dan efisiensi. AUTO juga terkait dengan transisi ke mobil elektrifikasi,” tulis Trimegah.
Trimegah juga bullish ke saham DRMA dan memutuskan meriset saham ini. Rekomendasinya buy dengan target harga Rp 1.750, berdasarkan PER 2024 13,9 kali. Valuasi ini menjustifikasi superioritas margin dan ROE perseroan.
“Kami percaya Dharma Polimetal akan diuntungkan oleh pulihnya pertumbuhan sektor otomotif Indonesia sekaligus prospek solid BEV,” tulis Trimegah.
Broker ini memprediksi pendapatan Dharma Polimetal 2023 dan 2024 naik 54% dan 9,1% menjadi Rp 6 triliun dan Rp 6,6 triliun, dengan laba bersih Rp 541 miliar dan Rp 592 miliar, tumbuh 37% dan 9,5%.
Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) juga merekomendasikan saham ASII dan DRMA untuk dikoleksi. Alasannya, pertumbuhan penjualan otomotif di Indonesia diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, sejalan dengan seiring dengan rilisnya model baru dan GIIAS 2023.
“Kami mempertahankan proyeksi penjualan kendaraan motor dan mobil sepanjang 2023 masing-masing 5,8 juta dan 1 juta unit,” jelas dia dalam risetnya.
SSI merekomendasikan saham DRMA sebagai top pick dengan target harga Rp 1.600. Sementara itu, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menetapkan target harga saham ASII Rp 7.500.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






