Jumat, 15 Mei 2026

Dua Saham Otomotif Ini Masih Bisa Reli, setelah Kasih Cuan hingga 170%

Penulis : Harso Kurniawan
21 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). (Foto: Istimewa)
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak dua saham otomotif, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), diprediksi masih bisa reli setelah memberikan cuan hingga 170% sepanjang tahun 2023. Katalisnya adalah lonjakan penjualan mobil dan motor domestik.

Berdasarkan data RTI, saham DRMA telah naik 170% ke level Rp 1.580 sepanjang 2023, dengan market cap Rp 7,7 triliun. Kemarin, saham perusahaan komponen milik Grup Triputra ini melesat 10,88%.

Sementara itu, saham AUTO melejit 91% sepanjang tahun ini ke level Rp 2.790, dengan market cap Rp 13,4 triliun. Adapun saham PT Astra International Tbk (ASII), kelompok usaha otomotif terbesar di Indonesia, hanya naik 14% menjadi Rp 6.525 dengan market cap Rp 264 triliun. Tak heran, analis memberikan rekomendasi positif saham otomotif, yakni ASII, AUTO, dan DRMA dengan target harga tinggi.

ADVERTISEMENT

Merujuk riset RHB Sekuritas Indonesia, dikutip Kamis (20/7/2023), penjualan mobil Juni 2023 mencapai 82.600 unit, naik 4,7% secara tahunan, sehingga total penjualan sampai semester I-2023 mencapai 506 ribu unit, tumbuh 6,5%. Ini sejalan dengan proyeksi RHB.  Namun, penjualan mobil kuartal II-2023 turun 21% secara kuartalan menjadi 223.600 unit, akibat panjangnya libur Lebaran.

Pada Juni 2023, penjualan Astra, penguasa pasar mobil domestik, turun 4,2% secara tahunan menjadi 46.300 unit. Alhasil, pangsa pasar Astra turun menjadi 56,1% bulan lalu, dibandingkan Mei sebesar 57%. Agustus 2023, Astra akan merilis Toyota Corolla GR dan kemungkinan beberapa model baru.

Sementara itu, penjualan sepeda motor Juni 2023 melambung 66% menjadi 493.800 unit, jauh di atas rata-rata bulanan sebanyak 416.900 unit. Semester I-2023, penjualan motor melesat 42,5% menjadi 3,2 juta unit.

“Normalisasi penjualan motor dipicu berakhirnya krisis pasokan semikonduktor, yang tahun lalu sempat mengganggu produksi,” tulis broker itu. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia