Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Cuan Sido Muncul (SIDO) masih Lebar, Begini Pertimbangannya

Penulis : Parluhutan Situmorang
21 Jul 2023 | 09:13 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: BeritasatuPhoto
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: BeritasatuPhoto

JAKARTA, Investor.id - Kinerja keuangan PT Sido Muncul Tbk (SIDO) diprediksi mulai menggebrak memasuki tahun 2024. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan daya beli masyarakat, invoasi produk, dan penguatan jaringan distribusi.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Vaneesa Karmajaya mengungkapkan, penjualan produk herbal modern diprediksi tetap menjadi andalan utama penopang pertumbuhan kinerja keuangan Sido Muncul ke depan.

“Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan bersamaan dengan kecenderungan mengonsumsi obat-obat herbal menjadi faktor penguat kinerja keuangan pereroan ke depan,” tulis dia dalam riset terbaru, Jumat (21/7/2023).

ADVERTISEMENT

Di tengah pertumbuhan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, menurut dia, Sido Muncul yang paling diuntungkan sebagai pemimpin pasar produk herbal, khususnya Tolak Angin, dengan margin keuntungan besar.

Selain faktor tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan perseroan akan didukung inovasi produk. Perseroan sebelumnya telah meluncurkan produk baru Esemag yang mendapatkan sambutan positif dari pasar.

Begitu juga dengan bisnis food and bavarages menunjukkan potensi penguatan. Segmen ini diharapkan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.

Pertumbuhan emiten berkode saham SIDO ini juga akan didukung penguatan jaringan distribusi. Menurut dia, penguatan tersebut tentu akan memperluas potensi pasar perseroan baik melalui jaringan ritel modern maupun tradisional.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 900. Dengan target harga tersebut, terbuka potensi penguatan saham ini hingga 30,4%.

Target harga tersebut juga merefleksikan potensi kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 1,18 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 1,09 triliun. Begitu juga dengan pendapatan SIDO diprediksi naik dari Rp 3,86 triliun menjadi Rp 3,88 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia