Jumat, 15 Mei 2026

Empat Raksasa Properti Raup Prapenjualan Rp 12 T, Saham Bisa Lari

Penulis : Zsazya Senorita
22 Jul 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)
Mal dan Hotel Ciputra. (Foto: PT Ciputra Development Tbk)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak empat raksasa properti nasional, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), membukukan total prapenjualan (presales) Rp 12,09 triliun semester I-2023, naik 2,6% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, Ciputra mencetak prapenjualan tertinggi, Rp 5 triliun, semester I tahun ini, tumbuh 27% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,9 triliun. Sementara itu, prapenjualan BSD tumbuh 2,8% menjadi Rp 4,7 triliun dari Rp 4,6 triliun.

Adapun prapenjualan Pakuwon ambles 25% menjadi Rp 600 miliar per Juni 2023 dari Rp 802 miliar, sedangkan Summarecon turun 30% menjadi Rp 1,6 triliun dari Rp 2,3 triliun.

ADVERTISEMENT

Meski hasil presales semester I-2023 bervariasi, analis masih meyakini prospek saham properti ke depan. Maka tak heran jika saham CTRA, BSDE, SMRA, dan PWON sejauh ini masih mendapatkan rekomendasi buy.

Analis Mandiri Sekuritas (Mansek) Robin Sutanto menyebutkan, presales Ciputra per Juni 2023 mencapai 57% dari target Rp 8,9 triliun, Pakuwon 40% dari target Rp 1,5 triliun, dan Summarecon 34% dari target Rp 5 triliun.

Dia menegaskan, Ciputra juga mencetak prapenjualan impresif kuartal I tahun ini, sehingga akumulasi semester I bisa tumbuh. Padahal, kuartal II lalu, perseroan hanya merilis empat peluncuran proyek baru 2023. Dari jumlah itu, dua di antaranya menunjukkan penerimaan yang lemah.

Robin menambahkan, penurunan prapenjualan Summarecon disebabkan strategi backloading manajemen. Perseroan menggeber peluncuran proyek baru kuartal II, sehingga mampu mengurangi besaran penurunan prapenjualan.

Menurut dia, Pakuwon mencetak peningkatan prapenjualan 2% kuartal II-2023, dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini dibantu peningkatan penjualan apartemen di Pakuwon Mall dan Kota Kasablanka.

“Adapun prapenjualan perseroan di Bekasi masih lamban. Meski tumbuh secara kuartalan, prapenjualan PWON enam bulan 2023 tetap turun 25%,” tulis Mansek, dikutip Jumat (21/7/2023). 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia